Benarkah Telur Menyebabkan Bisul? Kenali Bedanya Alergi dan Infeksi Kulit

17 September 2026 23:00 17 Sep 2026 23:00

Thumbnail Benarkah Telur Menyebabkan Bisul? Kenali Bedanya Alergi dan Infeksi Kulit

Ilustrasi. Salah seorang pembeli saat berbelanja telur ayam di Pasar Madyopuro Kota Malang. (Foto : Kukuh / Ketik)

KETIK, JAKARTA – Masalah kulit setelah mengonsumsi telur tidak selalu berarti seseorang mengalami bisul. Reaksi alergi telur dan infeksi kulit memiliki penyebab serta ciri yang berbeda sehingga penting untuk membedakannya.

Ahli Gizi IPB University, Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, M.Gizi, menjelaskan bahwa alergi telur dapat menimbulkan reaksi pada kulit, terutama pada orang yang memang memiliki alergi terhadap bahan pangan tersebut.

“Pada orang yang memiliki alergi telur, konsumsi telur yang berlebihan dapat menimbulkan ruam dan gatal-gatal pada kulit. Jika digaruk, ini akan menimbulkan luka terbuka yang mempermudah masuknya bakteri penyebab bisul,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi IPB, Kamis, 17 September 2026. 

Ruam dan rasa gatal merupakan reaksi yang berbeda dengan bisul. Reaksi alergi dapat muncul pada kulit setelah tubuh merespons protein tertentu dalam telur pada orang yang memiliki alergi.

Sementara itu, bisul merupakan infeksi kulit yang umumnya berkaitan dengan bakteri Staphylococcus aureus. Kondisi ini dapat ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit yang terasa nyeri dan dalam perkembangannya dapat berisi nanah.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa telur tidak secara langsung menyebabkan bisul. Pada orang yang memiliki alergi, masalah kulit yang muncul setelah mengonsumsi telur dapat menjadi bagian dari reaksi alergi.

Ketika kulit yang gatal terus digaruk, luka terbuka dapat terbentuk. Luka tersebut kemudian dapat menjadi jalan masuk bakteri dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

Karena itu, penting melihat gejala yang muncul setelah mengonsumsi telur secara lebih cermat. Jangan langsung menyamakan ruam atau rasa gatal dengan bisul karena keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Bagi orang yang tidak memiliki alergi, telur tetap dapat dikonsumsi sebagai salah satu sumber protein. Jumlah dan kandungan gizinya perlu ditempatkan dalam pola makan yang beragam dan seimbang.

Untuk memahami mengapa bisul dapat muncul, faktor kebersihan kulit dan kondisi sistem kekebalan tubuh juga perlu diperhatikan. Sementara dari sisi gizi, kandungan protein dan lemak telur dapat menjadi pertimbangan dalam mengatur pola konsumsi sehari-hari. (*)

Tombol Google News

Tags:

telur Bisul Telur Bikin Bisul Penyebab Bisul Kesehatan kulit Alergi Telur gizi