Ungkap Pemilik Asli, Polisi India Tes DNA Kerbau yang Diperebutkan Dua Warga

28 Agustus 2026 05:00 28 Agt 2026 05:00

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Ungkap Pemilik Asli, Polisi India Tes DNA Kerbau yang Diperebutkan Dua Warga

Ilustrasi kerbau menjadi objek sengketa dua warga di Gaya, India. Kepolisian setempat memutuskan melakukan tes DNA untuk memastikan pemilik sah hewan tersebut. (Foto: Pexels)

KETIK, JAKARTA – > 

Kepolisian di Gaya, India, mengambil langkah tak biasa untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan seekor kerbau.

Dua warga desa sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah ternak tersebut, hingga polisi memutuskan menggunakan tes DNA sebagai bukti ilmiah.

Kasus tersebut melibatkan Suraj Yadav dan Prakash Manjhi yang bersengketa soal kepemilikan seekor kerbau.

Meski keduanya mengaku memiliki bukti, polisi menilai perlu dilakukan pemeriksaan ilmiah untuk memastikan siapa pemilik sebenarnya.

Inspektur Jenderal Polisi Vikas Vaibhav bahkan menginstruksikan agar tes DNA terhadap kerbau tersebut segera dilakukan.

"Konflik muncul terkait kepemilikan kerbau ini. Karena kedua belah pihak sama-sama mengklaim sebagai pemilik, diputuskan untuk menentukan kepemilikan melalui bukti ilmiah," kata Vaibhav, dilansir dari Times of India, Kamis, 27 Agustus 2026.

Tes DNA dilakukan dengan cara mencocokkan sampel DNA kerbau yang diperebutkan dengan induknya. Polisi menyebut induk kerbau tersebut masih hidup dan berada di rumah warga desa lain.

Melalui perbandingan DNA kedua hewan itu, penyidik berharap dapat menemukan bukti yang dapat memastikan kepemilikan kerbau secara ilmiah.

Sengketa bermula sekitar sepekan sebelumnya ketika Suraj Yadav, warga Desa Uttar, melaporkan kehilangan kerbaunya ke kantor polisi Atri. Dalam laporannya, Suraj menduga hewan ternaknya telah dicuri.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan kerbau tersebut berada di rumah Prakash Manjhi di Desa Nauranga. Hewan itu sempat diserahkan kembali kepada Suraj.

Namun persoalan belum selesai.

Manjhi kemudian mendatangi kantor polisi dan mengklaim bahwa kerbau tersebut merupakan miliknya. Polisi pun kembali mengambil kerbau itu dan bahkan sempat menempatkannya di kantor polisi selama dua hari.

Foto seekor kerbau yang berada di lingkungan kantor polisi tersebut sempat menjadi perhatian dan viral.

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, kerbau itu kembali diserahkan kepada Suraj. Namun Manjhi tidak tinggal diam dan membuat laporan terhadap Suraj dengan menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang SC/ST India.

Laporan itu berkaitan dengan dugaan ucapan bernuansa diskriminasi kasta yang disampaikan Suraj saat keduanya terlibat adu mulut mengenai kepemilikan kerbau.

Wakil Inspektur Polisi wilayah Bathani, Surendra Kumar, menyebut laporan tersebut berkaitan dengan dugaan ucapan bernuansa kasta terhadap Manjhi.

Kasus sengketa kerbau itu kemudian menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk mantan anggota legislatif dari Partai Rakyat Nasional (RJD), Ajay Yadav, yang turut meminta kepolisian memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Kini, kepolisian memilih mengandalkan bukti ilmiah untuk mengakhiri sengketa yang sempat membuat mereka harus mengamankan seekor kerbau di kantor polisi.

Hasil tes DNA nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan siapa pemilik sah hewan tersebut dan mengakhiri perselisihan antara kedua warga desa. (*)

Tombol Google News

Tags:

india Polisi India tes DNA kerbau Sengketa Kepemilikan Gaya India Berita Internasional