KETIK, JAKARTA – Negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak kunjung menemukan titik temu. Presiden AS Donald Trump bahkan sudah mengatakan pihaknya tidak lagi memiliki jadwal untuk bernegosiasi dengan Iran.
"Tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung atau pun yang dijadwalkan dengan Republik Islam Iran," kata Trump dilansir AFP, Selasa (18/8/2026).
Trump mengatakan kebijakan militer AS di Iran juga tidak akan berubah. Trump menyebut blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlaku.
"Blokade angkatan laut tetap berlaku sepenuhnya," jelas Trump.
"Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan," sambungnya.
Trump mengunggah peta di Truth Social yang menampilkan Selat Hormuz sebagai 'wilayah baru AS'. Dia juga menekankan ancamannya untuk mengklaim kedaulatan atas jalur perairan vital tersebut.
Iran secara efektif telah menutup jalur sempit yang menjadi titik transit bagi seperlima pasokan minyak dunia itu, sebagai tindakan balasan atas perang yang dimulai oleh Trump bersama Israel pada akhir Februari.
Pemimpin AS tersebut kembali mengemukakan gagasan Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS pada hari Senin saat berbicara kepada para wartawan di Ruang Oval, seraya menyatakan bahwa hal itu merupakan ide yang bagus. (*)
.png)