KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta pemerintah pusat mempercepat edukasi mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) hingga ke tingkat desa. Menurutnya, regulasi telah tersedia, namun pemahaman masyarakat terhadap program tersebut masih perlu diperkuat agar implementasinya berjalan optimal.
Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) usai mengikuti Seminar Nasional KDMP bersama 10 Asosiasi Desa Indonesia di Gedung Sasana Kriya TMII Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut KDS, Pemkab Bandung siap mendukung dan mensukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Di Kabupaten Bandung sendiri, pembentukan KDMP telah menunjukkan perkembangan signifikan.
"Di Kabupaten Bandung, dari 280 desa dan kelurahan, sebanyak 245 koperasi sudah terbentuk. Sebanyak 45 di antaranya telah selesai secara fisik dan beberapa desa sudah menerima kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas koperasi," ujar KDS.
Meski demikian, KDS menilai keberhasilan program tidak cukup hanya dengan pembentukan kelembagaan. Ia meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta Kementerian Koperasi memperkuat sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.
"Regulasinya sudah ada, tetapi masyarakat secara menyeluruh belum semuanya memahami. Karena itu saya berharap kementerian terkait terus memberikan edukasi agar masyarakat benar-benar mengetahui tujuan dan manfaat KDMP," katanya.
Menurut KDS, koperasi menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Kehadirannya juga diharapkan mampu menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah maraknya pinjaman online, judi online, maupun praktik bank emok yang masih membebani masyarakat desa.
"Koperasi adalah solusi ekonomi rakyat. Kalau gerakan koperasi berjalan baik, masyarakat memiliki pilihan yang sehat untuk memperkuat ekonomi keluarga dan desa," ujarnya.
KDS berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa terus diperkuat agar implementasi KDMP benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan 10 asosiasi desa akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan program KDMP kepada kepala desa dan perangkat desa di seluruh Indonesia sehingga manfaat program dapat dipahami secara merata.
Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan KDMP disiapkan sebagai pusat penguatan ekonomi desa yang terintegrasi dengan BUMDes dan potensi desa. Menurutnya, koperasi diharapkan menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.(*)
.png)