Reses Sigit Kushariyanto, Warga Bojonegoro Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Ekonomi

22 Agustus 2026 17:28 22 Agt 2026 17:28

Sukiman, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Reses Sigit Kushariyanto, Warga Bojonegoro Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Ekonomi

Anggota DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto saat menyampaikan materi dalam kegiatan reses di hadapan warga. (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar, Sigit Kushariyanto, menggelar reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), Jalan Trunojoyo, itu menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Reses dihadiri puluhan warga, tokoh masyarakat, serta perwakilan aparat keamanan dari Polsek Kota dan Koramil. Dapil I meliputi Kecamatan Bojonegoro, Dander, dan Trucuk.

Warga menyampaikan sejumlah usulan terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta pemberdayaan ekonomi. Sigit memastikan seluruh masukan tersebut akan dicatat dan dikawal dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, termasuk dalam agenda penganggaran.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat. Ia memaparkan sejumlah pembangunan yang telah dikawal DPRD dari periode ke periode, di antaranya pembangunan Jembatan Sosrodilogo dan penerangan Stadion Letjen H. Soedirman.

DPRD juga mendorong pembangunan jalan dan jembatan melalui pembetonan atau rigid pavement untuk memperkuat konektivitas antardesa dan antarkecamatan.

Sigit menegaskan pembangunan harus terus berlanjut pada pemerintahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Ia juga menyatakan komitmennya memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

 

APBD dan Daya Beli Masyarakat

Sigit turut menjelaskan kondisi fiskal Bojonegoro yang mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan postur APBD disebut berkaitan dengan penahanan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi sehingga kapasitas fiskal daerah ikut menyusut.

Meski demikian, DPRD akan tetap mengawal penggunaan anggaran agar program prioritas masyarakat berjalan. Pemerintah juga perlu memperkuat sektor ekonomi karena rendahnya daya beli berdampak terhadap pendapatan pelaku UMKM, termasuk pedagang makanan.

Pengembangan UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi salah satu langkah yang didorong untuk menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah juga diarahkan mengoptimalkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengembangkan potensi dan produk lokal hingga tingkat desa.

Sektor pertanian juga menjadi perhatian, terutama dalam menjaga harga hasil produksi agar pendapatan petani tetap terjaga.

 

Warga Sukosewu Usulkan Penguatan SDM

Supriyono, warga Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, mengusulkan penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM).

Menanggapi hal itu, Sigit menyampaikan pemerintah menargetkan penataan kelembagaan dan kaderisasi internal selesai pada akhir tahun. Langkah tersebut akan disertai pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM serta manajemen organisasi.

Persoalan pertanian dan pengairan turut dibahas. Sigit mengapresiasi kelompok tani di Sukosewu yang secara swadaya menghibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas pendukung pertanian.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan sumur bor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP2) untuk memenuhi kebutuhan air pertanian. Sementara itu, penggunaan panel surya dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang atas kendala pasokan listrik dan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel untuk pompa sibel.

Sigit menegaskan berbagai aspirasi yang disampaikan dalam reses akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah daerah. Ia berharap usulan masyarakat dapat masuk dalam prioritas pembangunan dan pengalokasian anggaran sesuai kebutuhan di lapangan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Fraksi Golkar Kabupaten Bojonegoro Sigit Kushariyanto Dprd Bojonegoro