Perjalanan Ketulusan dan Keteguhan Hati Ishadi Zayid Menjaga Marwah Budaya Sleman

29 Agustus 2026 08:41 29 Agt 2026 08:41

Fajar Rianto, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perjalanan Ketulusan dan Keteguhan Hati Ishadi Zayid Menjaga Marwah Budaya Sleman

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Zayid, membagikan pandangannya mengenai pemajuan kebudayaan dan refleksi perjalanan pengabdiannya di Kundha Kabudayan Sleman. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Bagi Ishadi Zayid, SH memimpin instansi yang mengurusi denyut nadi tradisi bukanlah sekadar urusan kaku di atas kertas. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman itu meyakini bahwa setiap langkah pemajuan budaya harus lahir dari ketulusan dan pendekatan yang manusiawi. Kebudayaan bukan hanya pertunjukan seremonial semata, melainkan tuntunan hidup yang paling mendasar.

Menengok perjalanan pengabdiannya di Pemkab Sleman Ishadi Zayid mengaku menjalani dengan rasa syukur yang meluap. Di balik kesibukan agenda dinas yang padat, ingatan yang paling berkesan justru lahir dari momen-momen sunyi yang penuh kebersamaan. Saat itulah ia menyaksikan leburnya batas antara pemerintah, seniman, penggiat budaya, dan warga Sleman demi merawat warisan leluhur Bumi Sembada.

"Bagi saya, ingatan paling menyentuh justru lahir dari kebersamaan yang sederhana itu. Saat para seniman dan tokoh masyarakat secara ikhlas mengabdi menjaga kebudayaan Sleman agar tidak sekadar lestari, tetapi terus hidup sebagai ruh dan jati diri warga," kenang Ishadi Zayid, Jumat 28 Agustus 2026.

Ia mengaku banyak menimba ilmu dari para budayawan yang secara konsisten bergerak tanpa pamrih. Rasa hormat yang mendalam tersebut melandasi cara Ishadi dalam memimpin Kundha Kabudayan, sebutan Dinas Kebudayaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Merangkul Seniman, Menjalankan Urusan Keistimewaan

Di balik kehangatan personalnya, Ishadi menyadari sepenuhnya mandat konstitusi dan aturan birokrasi yang dipanggulnya. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman bertugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang kebudayaan. Selain itu, instansi ini memikul tanggung jawab khusus untuk mengeksekusi sebagian urusan keistimewaan yang ditugaskan di bidang kebudayaan.

Di paparkan, untuk menggerakkan roda organisasi agar berdampak nyata, Dinas Kebudayaan menyelenggarakan serangkaian fungsi birokrasi. Fungsi tersebut dimulai dari penyusunan rencana kerja hingga perumusan kebijakan teknis untuk urusan kebudayaan dan sebagian urusan keistimewaan yang ditugaskan.

Dinas ini juga menjadi motor utama dalam pelaksanaan, pembinaan, serta pengendalian urusan kebudayaan di lapangan. Siklus birokrasi tadi digenapi dengan evaluasi dan pelaporan berkala, tata kelola kesekretariatan dinas. Hingga penuntasan tugas khusus dari Bupati sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan.

Bagi Ishadi, fungsi birokrasi tersebut bukanlah sekat pemisah, melainkan jembatan utama untuk melayani rakyat. Upaya ini untuk merawat nilai-nilai luhur Sleman. Seperti gotong royong, kerukunan warga, toleransi, pelestarian alam, etika, dan nilai ketuhanan.

"Rasa lelah fisik dan pikiran seketika lunas saat melihat masyarakat menjadikan budaya sebagai pijakan hidup," tuturnya.

Ritme kerja ini berjalin sejalan dengan visi Bupati Sleman Harda Kiswaya, dalam membangun masyarakat yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

Gaya kepemimpinan Ishadi yang out of the box terlihat dari caranya merangkul para pelaku seni. Ia tidak pernah menempatkan seniman sebagai penonton atau sekadar objek kegiatan dinas.

"Seniman bukan relasi kerja formal. Bagi saya, mereka adalah teman diskusi, mitra, sahabat, sekaligus konsultan utama kami dalam memajukan kebudayaan Sleman," tegasnya.

Harmoni Pengabdian dan Kerinduan Masa Purna

Karena itu, sekat-sekat birokrasi yang kaku dileburnya secara total. Komunikasi dibuka tanpa batas. Ruang diskusi mengalir cair kapan saja dan di mana saja. Baik di meja kerja, pendopo kabupaten, maupun di tempat perjumpaan informal lainnya secara santai.

Tentu saja, ritme kerja yang padat hingga larut malam dan menguras waktu akhir pekan menuntut pengorbanan besar. Di titik inilah peran keluarga menjadi benteng dan fondasi terkuatnya.

"Keluarga selalu mendukung di mana pun saya ditugaskan. Mereka sangat memahami dan tak jarang harus mengalah demi kewajiban dinas yang harus saya rampungkan," kata pejabat yang hoby menyanyi ini haru.

Sepanjang perjalanan pengabdiannya, Ishadi senantiasa menggenggam nasihat Bupati Sleman Harda Kiswaya agar seorang pemimpin berani mengambil keputusan yang tegas. Ia juga memegang teguh falsafah Jawa yang adi luhung: nyambut gawe kuwi goleko jeneng, jenange bakal melu (bekerjalah menjaga nama baik dan integritas, maka rezeki akan mengikutinya dengan sendirinya).

Menatap detik-detik purna tugas yang kian dekat pada bulan September mendatang, Ishadi menyimpan kerinduan yang sangat bersahaja.

"Setelah purna tugas nanti, saya rindu kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Saya ingin menikmati masa tua dengan menekuni hobi menanam, berkebun, dan memelihara burung," ucapnya penuh kehangatan.

Selaku Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, ia menyisipkan harapan mendalam bagi para generasi muda.

"Berbuat dan berkaryalah. Cintai budaya kita sendiri. Jangan pernah kehilangan jati diri sebagai warga masyarakat yang berbudaya, dan resapi nilai nilai filosofi yang terkandung di dalamnya," pesannya.

Sebagai penutup lembaran pengabdiannya, Ishadi Zayid menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh seniman, budayawan, dan masyarakat Sleman. Berkat keringat dan ketulusan bersama, panji kebudayaan di Kabupaten Sleman tetap berdiri kokoh, berakar kuat, dan terus mekar indah di tengah arus perkembangan zaman. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ishadi Zayid Dinas Kebudayaan Sleman Kebudayaan Sleman Pemajuan Budaya Purna Tugas Seniman Sleman Bumi Sembada Tradisi Sleman Birokrasi Kebudayaan Kundha Kabudayan Keistimewaan Yogyakarta Profil Tokoh Bupati Sleman Warisan Leluhur Kepemimpinan Humanis Seni Tradisi Masyarakat Sleman Pengabdian Asn