Pascagempa, Prabowo Ingin Teknologi Desalinasi Buatan Dalam Negeri Segera Dikirim ke NTT

26 Agustus 2026 22:00 26 Agt 2026 22:00

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Pascagempa, Prabowo Ingin Teknologi Desalinasi Buatan Dalam Negeri Segera Dikirim ke NTT

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan gempa bumi bersama jajaran pemerintah dan pihak terkait di Posko Penanganan Gempa Bumi, Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, NAGEKEO – Presiden Prabowo Subianto mendorong pemulihan wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berhenti pada penanganan darurat dan pembangunan kembali infrastruktur.

Presiden meminta pemerintah memanfaatkan sains dan teknologi untuk memperkuat ketahanan air, energi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan air bersih, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan sumber air, termasuk Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melaporkan pemerintah telah menyiapkan langkah perbaikan fasilitas penampungan air hujan. Selain itu, pemerintah juga menjajaki pemanfaatan teknologi Reverse Osmosis untuk mengolah air laut menjadi air tawar.

"Saya juga sudah telepon Kepala BRIN, Pak. Akan mencoba teknologi Reverse Osmosis, yang air laut itu bisa menjadi air tawar," ujar Dody.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden meminta teknologi desalinasi dikembangkan dengan kemampuan dalam negeri. Ia meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Pertahanan, TNI, serta fakultas-fakultas teknik terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut.

"Saya minta BRIN, mungkin dengan Unhan, TNI, dan fakultas-fakultas teknik, saya minta teknologi desalinasi untuk yang kita mampu bangun sendiri jadi segera dikirim ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan," ujar Presiden.

Menurut Prabowo, kebutuhan air tidak cukup ditangani hanya selama masa tanggap darurat. Pemerintah perlu menyiapkan strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

"Air sangat penting. Jadi selain jangka pendek, kita harus berpikir melakukan upaya-upaya jangka menengah dan jangka panjang," tegasnya.

Presiden menilai perkembangan teknologi membuat desalinasi semakin memungkinkan untuk diterapkan hingga tingkat desa. Menurutnya, teknologi yang sebelumnya membutuhkan biaya besar kini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan air di daerah kepulauan dan kawasan pesisir.

"Musibah bencana itu memicu kita untuk berpikir lebih kreatif. Dengan ini, kita sadar bahwa untuk daerah sini penghijauan, dan air, ini kita sekarang sudah ada teknologi sains dan teknologi sudah membuat banyak teknologi jadi makin murah. Desalinasi 30 tahun yang lalu tidak terjangkau, hanya bangsa yang kaya yang bisa. Sekarang kita bisa bikin desalinasi untuk tingkat desa," kata Prabowo.

Selain ketahanan air, Presiden juga menyinggung potensi pengembangan energi surya di NTT. Ia mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

"Di sini juga kalau perlu mungkin, ya gunung-gunung yang belum produktif kita bikin PLTS, PLTS, PLTS. Berapa gigawatt PLTS di sini untuk sumber energi untuk proyek-proyek ekonomi yang bisa produktif," ucapnya.

Prabowo juga melihat pemulihan NTT dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan rumput laut. Menurutnya, potensi sumber daya yang dimiliki wilayah tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi pada masa mendatang.

"Perikanan sangat potensial daerah sini. Kalau dari atas pesawat itu, lautnya itu biru dalam, belum tercemar. Nanti perikanan rumput laut kalian kembangkan di sini," ujar Presiden.

Pemerintah mengarahkan pemulihan pascabencana tidak hanya untuk mengembalikan kondisi seperti sebelum gempa, tetapi juga membangun wilayah terdampak menjadi lebih kuat dan produktif melalui pengembangan air bersih, energi, penghijauan, serta sektor ekonomi masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Prabowo Subianto Bencana Gempa Ntt teknologi desalinasi Air Bersih Ntt Brin Indonesia Universitas Pertahanan Plts Indonesia Pulau Palue Perikanan Ntt Rumput Laut Ntt Berita Ntt Info Ntt