KETIK, TULUNGAGUNG – Halaman Kantor Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, mendadak riuh dan dipadati ribuan warga pada Jumat 30 Oktober 2026 malam.
Sepanjang Jalan yang terletak di depan Kantor Kecamatan Rejotangan menjadi pusat perhatian dalam perhelatan pembukaan Kandung Festival 2026 yang diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 30 hingga 31 Oktober 2026.
Acara meriah ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung Dr. Agus Kuncoro (mewakili Bupati Tulungagung), Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P beserta Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Rejotangan, pimpinan lembaga pendidikan, organisasi keagamaan (Fatayat, Muslimat), asosiasi BBD, hingga para pelaku UMKM.
Dalam sambutannya mewakili pimpinan daerah, Kepala DPMD Kabupaten Tulungagung, Dr. Agus Kuncoro, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Kandung Festival 2026 yang telah berjalan konsisten hingga tahun kelimanya.
Ia memuji kepemimpinan Camat Rejotangan yang dinilai memiliki karakter kuat, penuh gagasan, serta mampu menyatu dan mendarah daging dengan masyarakat setempat
"Kecamatan Rejotangan ini luar biasa. Kepemimpinan Pak Camat mampu membangun karakter wilayah ini, di mana kekompakan, gotong royong, hingga antusiasme warga terlihat dari banyaknya partisipasi stand bazar, lembaga pendidikan, ormas keagamaan, hingga penataan tari dari sanggar lokal," ungkap Agus Kuncoro.
Agus Kuncoro juga menyoroti bagaimana festival ini melibatkan 26 stand bazar yang terdiri dari 16 desa serta 10 lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, keterlibatan aktif elemen masyarakat, termasuk unsur PKK desa, Fatayat, Muslimat, hingga asosiasi BBD, merupakan wujud nyata penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian desa.
Sebelumnya, Camat Rejotangan Didi Jarot dalam sambutannya menekankan bahwa pelaksanaan festival ini mengusung konsep harmonisasi dan kolaborasi antara kebudayaan dan para pelaku ekonomi.
Kebudayaan tidak hanya diposisikan sebagai tontonan atau identitas semata, melainkan instrumen penting yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta mendukung program prioritas pembangunan dari desa.
Panggung utama malam pembukaan juga disemarakkan oleh penataan seni tari dari Sanggar Permata Gayatri asal daerah setempat serta berbagai atraksi budaya lokal yang memukau para tamu undangan. (*)
