KETIK, SURABAYA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin, 31 Agustus 2026. Mereka menggelar aksi turun ke jalan ini membawa sejumlah kritikan, salah satunya menyentil lamban menangani bencana.
Ketua BEM Universitas Airlangga (Unair) M Rizqy Senja mengeluhkan pemerintah yang lamban dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Aksi ini lebih fokus kepada bagaimana kekuasaan hari ini merespons bencana yang terjadi. Ketika misalnya kemarin NTT gempa bumi, terus di Kalimantan kebakaran hutan dan Aceh yang sampai hari ini belum pulih dan kemarin Lampung pun terjadi kebakaran," katanya.
Rizqy mengeluhkan, kenapa pemerintah lamban dalam merespons kejadian bencana. Padahal, pemerintah bisa menggelontorkan dana untuk makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan sebagainya.
"Bahkan kemarin, teman-teman BEM Unair itu sempat ke NTT tanggal 26 kemarin. Dan di situ memang kondisinya, memang betul pemerintah itu sudah datang ke sana. Tetapi banyak sekali daerah-daerah terpencil yang sampai hari ini belum terkena bantuan. Terutama di daerah-daerah pegunungan," jelasnya.
Padahal, lanjut Rizqy, daerah-daerah yang sulit diakses menggunakan transportasi, masyarakat terdampak bencana juga membutuhkan bantuan dengan segera.
"Itu yang coba kami suarakan. Oleh karenanya, kami hari ini BEM se-Jawa Timur mengadakan aksi simbolik. Bukan aksi massa, karena memang tujuannya adalah merefleksikan kondisi hari ini, bahwa hari ini belum benar-benar cakap dalam merespons bencana," ungkapnya.
Rizqy menekankan, bahwa kritik yang diungkapkan oleh BEM seluruh Jawa Timur ini bukan merupakan penghinaan.
"Tolong pesan ini disampaikan kepada Pak Prabowo. Kami mengkritik itu bukan berati kami menghina negara. Itu bukan berarti kami tidak suka dengan negara ini, pak. Salah satu bentuk cinta adalah menyampaikan kebenaran walaupun itu sakit," tuturnya.
Sementara itu dalam penyampaian kritik tersebut, BEM seluruh Jawa Timur menggelar aksi simbolik, teatrikal dan melakukan orasi engan hduk melingkar.
Jalan yang berada di depan Gedung Negara Grahadi, juga dipenuhi oleh coretan dari kapur dan sejumlah spanduk yang dibentangkan menghadap Grahadi.
Imbas demonstrasi, lalu lintas yang hendak melintas di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya macet. Hal ini dikarenakan jalan tersebut ditutup, sedangkan para pengguna jalan hendak pulang. (*)
.png)