KETIK, PACITAN – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pacitan menggandeng jurnalis PT Ketik Media Siber atau Ketik.com, Al Ahmadi, untuk membekali kader dengan keterampilan jurnalistik dan produksi konten dakwah digital yang menyejukkan.
Pelatihan ini sekaligus menjadi upaya menangkal hoaks serta memperluas publikasi isu perempuan, anak, dan program organisasi di media digital.
Pelatihan bertema “Membangun Jurnalis Media Fatayat NU yang Cakap dan Berkarya” tersebut digelar di Aula SD Nuris Pacitan, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU di Kabupaten Pacitan.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pacitan, Khaulatul Fardah, mengatakan kader Fatayat perlu memiliki kemampuan jurnalistik agar dapat menyampaikan informasi keislaman yang moderat, toleran, seimbang, dan tidak memicu kebencian.
Menurutnya, kemampuan memproduksi konten yang benar dan menyejukkan menjadi penting di tengah maraknya informasi tidak benar di ruang digital, termasuk konten yang berpotensi menyebarkan ujaran kebencian dan paham radikalisme.
“Harapannya, sahabat-sahabat Fatayat NU Kabupaten Pacitan sebagai kader jurnalistik mampu memproduksi narasi-narasi keislaman yang modern, yang tasamuh, tawazun, tawasuth, menyejukkan, serta efektif menangkal bahaya hoaks,” kata Khaulatul.
Ia menjelaskan, pelatihan jurnalistik juga diarahkan untuk memperkuat publikasi kegiatan dan potensi organisasi.
Menurutnya, berbagai program kerja Fatayat NU mulai tingkat ranting, PAC, PC hingga pusat perlu mendapatkan ruang pemberitaan yang lebih luas agar dapat diketahui masyarakat.
Karena itu, hasil pelatihan diharapkan dapat melahirkan tim media atau humas yang andal untuk mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dakwah Fatayat, hingga kesehatan reproduksi.
Suasana peserta Pelatihan Jurnalistik Fatayat NU Pacitan mempraktikkan teknik wawancara kepada Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pacitan, Khaulatul Fardah.
Khaulatul juga berharap keterampilan menulis dan mengelola media tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi dapat menjadi bekal tambahan bagi kader untuk memasuki dunia kerja di bidang media maupun konten kreatif.
Kemampuan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik kader.
Dengan keterampilan membuat konten dan mengelola media, anggota Fatayat NU diharapkan mampu mempromosikan produk serta memperluas jangkauan usahanya.
“Jadi, mungkin yang mempunyai UMKM di rumah, dengan adanya pelatihan ini bisa semakin maju, bisa mengembangkan bisnisnya,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, Al Ahmadi menyampaikan materi jurnalistik dasar, mulai dari pemahaman tentang penulisan berita hingga keterampilan menggali informasi melalui wawancara.
Peserta juga mendapatkan kesempatan mempraktikkan teknik wawancara dan pengambilan foto sebagai bagian dari proses mengumpulkan bahan berita.
"Jadi materi penulisan dasar ini tidak hanya diperuntukkan pada pemberitaan saja, tapi dapat digunakan untuk semua proses produksi konten, termasuk dakwah digital agar lebih profesional," ungkapnya.
Selain keterampilan jurnalistik dasar, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan AI untuk membantu proses produksi konten.
Pemanfaatan AI diperkenalkan sebagai alat bantu bagi kader dalam mentranskrip rekaman, mengembangkan ide tulisan, menyusun kerangka berita, hingga mengolah konten media sosial.
Kendati begitu, pemateri menyampaikan bahwa penulis tetap harus melakukan pengecekan, menyunting tulisan, serta memastikan isi beritanya sesuai.
"Tapi tetap wajib diverifikasi. Khawatirnya karya yang dihasilkan menyimpang dari fakta maupun kaidah jurnalistik," ungkap Al Ahmadi.
Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan media Fatayat NU semakin kreatif.(*)
