KETIK, SITUBONDO – Sesuai dengan arahan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, tim Forkopincam Asembagus melaksanakan patroli keliling cegah balap liar guna menjaga situasi kondusif, Minggu dini hari, 12 Juli 2026.
Patroli tersebut dimulai dari Taman Kota Sembagus, kemudian berlanjut ke area depan SPBU Desa Gudang Sembagus, dan berakhir di perbatasan Asembagus – Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Selain melakukan patroli, tim juga menyisir warung-warung lesehan yang sering menjadi tempat berkumpul anak muda, pelajar.
Kepada mereka, tim memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum dan mengimbau untuk tidak melakukan balap liar karena membahayakan nyawa sendiri maupun orang lain.
“Tim patroli juga memberikan edukasi kepada para orang tua yang ditemui selama kegiatan. Kegiatan patroli keliling ini dilakukan secara masif di 17 kecamatan, termasuk di Wilayah Kecamatan Asembagus," ujar Faishol Afandi Camat Asembagus.
"Melalui sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), seperti Kapolsek dan Danramil ini, diharapkan bisa mencegah balap liar yang meresahkan masyarakat,” sambungnya.
Kegiatan patroli ini, lanjut Faishol, dimulai dari pukul 22.00 hingga 01.00 WIB. Patroli ini dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat aksi balap liar.
“Kita akan terus meningkatkan patroli rutin dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku balap liar sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” jelas Faishol.
Melalui patroli gabungan ini, sambung Faishol, Forkopimcam Asembagus berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas balap liar, sehingga wilayah Asembagus tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.
“Jadi, pada malam Minggu ini, tidak ada kegiatan-kegiatan balap liar yang meresahkan masyarakat dilakukan segerombolan pemuda. Menurut asumsi saya, karena memang pernyataan Bupati Situbondo viral ke mana-mana, sehingga saya yakin para orang tua juga membatasi ruang lingkup anaknya," pungkas Camat Faishol. (*)
.png)