KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, minta Sustainable Living Village (SLV) harus mampu sejahterakan masyarakat, dan jaga kelestarian alam. Pernyataan diatas disampaikan saat membuka Ekspose Laporan Capaian Tiga Tahun SLV.
Ekspose capaian SLV 2023 - 2026 dilaksanakan di aula Bappeda, Desa Pulo Sarok, Singkil, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala Bappeda Junaidi, S.STP, kadis LH, Surkani, SE, Plt. Kadis Perkebunan, Nirwana Angkat, Camat Singkil, Khairuddin, SE, Camat Simpang Kanan, Jefri Mahardika Manik, S.STP., para mukim dan kades.
Mewakili Konsorsium, juga hadir Sugiantoro dari Apical, Direktur Konservasi YEL M. Yaqob Ishadamy, serta perwakilan GAPKI, APKASINDO, IDH, Swisscontact, WCS-IP, PT Musim Mas, PT Sinar Mas, Earthworm Foundation, Earthqualizer Foundation, HAKA, PEPAL, dan Sekretariat Forum PSDA dan LH Aceh Singkil.
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengapresiasi pelaksanaan program SLV selama tiga tahun terakhir, yang dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah deforestasi.
"Capaian program tidak boleh hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Kita ingin produktivitas meningkat, pendapatan bertambah, usaha semakin mandiri, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” kata Oyon.
Bupati menyoroti potensi pengembangan program di Kecamatan Danau Paris, khususnya Desa Biskang, Sikoran, Napagaluh, dan Situban Makmur, melalui dua intervensi utama, yakni pendampingan perkebunan kelapa sawit swadaya berkelanjutan dan pengembangan budidaya madu trigona.
Ia menegaskan, peningkatan produktivitas perkebunan harus dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia tanpa mengorbankan kawasan hutan dan ekosistem yang dilindungi.
Sementara itu, budidaya madu trigona perlu diperkuat dengan peningkatan keterampilan, kualitas produk, kelembagaan usaha, dan akses pemasaran agar mampu menambah pendapatan keluarga.
Bupati meminta konsorsium dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi, menetapkan pembagian peran yang jelas, serta memastikan setiap intervensi berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Laporan tiga tahun ini juga harus menjadi bahan evaluasi objektif untuk memperbaiki pelaksanaan program dan memastikan manfaatnya tetap dirasakan masyarakat setelah masa pendampingan berakhir.
"Kita ingin masyarakat semakin sejahtera tanpa kehilangan kekayaan alamnya. Jadikan SLV sebagai model pembangunan desa yang menyatukan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan tanggung jawab menjaga lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
