BPBD Kota Batu Susur Sungai di Musim Kemarau, Puluhan Titik Rawan Banjir Berhasil Dipetakan

17 Juli 2026 16:32 17 Jul 2026 16:32

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BPBD Kota Batu Susur Sungai di Musim Kemarau, Puluhan Titik Rawan Banjir Berhasil Dipetakan

BPBD Kota Batu bersama tim gabungan melaksanakan susur sungai untuk memetakan titik rawan banjir. (Foto: BPBD Kota Batu)

KETIK, BATU – Musim kemarau dimanfaatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu untuk memperkuat langkah mitigasi bencana.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyusuri sejumlah aliran sungai guna mengidentifikasi titik-titik rawan banjir dan bencana hidrometeorologi sebelum memasuki musim penghujan.

Kegiatan yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026 tersebut melibatkan personel BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, TNI, Polri, Perhutani, UPT Tahura R. Soerjo, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta para relawan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, mengatakan penyisiran sungai merupakan bagian dari program Miss U (Mitigasi Susur Sungai) yang difokuskan untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini.

“Program ini kami lakukan untuk memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan bahaya saat musim hujan. Dengan mengetahui titik rawan lebih awal, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risikonya bisa diminimalkan,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Gatot, tim gabungan menyisir sejumlah sungai yang tersebar di wilayah Kota Batu, di antaranya Sungai Sumber Darmi, Sungai Krecek, Sungai Glagah Wangi, Sungai Brantas Bon 8, Coban Peteng, hingga Sungai Pusung Lading.

Hasil pemantauan menunjukkan masih banyak material alami yang berpotensi menghambat aliran air. Di Sungai Sumber Darmi, petugas menemukan 16 titik pohon tumbang yang melintang di badan sungai serta satu titik longsoran tebing.

Seluruh pohon tumbang beserta ranting yang berpotensi terbawa arus langsung dipotong dan dibersihkan agar tidak menimbulkan penyumbatan saat debit sungai meningkat.

Temuan lebih banyak didapati di Sungai Krecek. Di lokasi tersebut, tim mencatat sedikitnya 21 titik kayu tumbang, 27 rumpun bambu yang menghalangi aliran air, sejumlah endapan material di badan sungai, serta lima titik longsor.

Sementara itu, di beberapa aliran sungai lainnya petugas juga menemukan material pohon tumbang, rumpun bambu, longsoran tanah, hingga sampah yang berpotensi membentuk bendungan alami.

“Semua material yang berpotensi menjadi sumbatan langsung kami evakuasi. Bendungan alami seperti ini sangat berbahaya karena apabila jebol dapat memicu banjir bandang di wilayah hilir. Karena itu kami memastikan aliran sungai kembali lancar,” jelas Gatot.

Selain hasil temuan di lapangan, BPBD juga mengacu pada Kajian Risiko Bencana serta pemutakhiran Indeks Ancaman Banjir Tahun 2024. 

Berdasarkan data tersebut, seluruh kecamatan di Kota Batu, yakni Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo, masih berada dalam kategori ancaman tinggi terhadap bencana banjir.

Melihat kondisi tersebut, BPBD menilai pemantauan sungai harus terus dilakukan secara berkala, terutama pada daerah aliran sungai yang mengalami peningkatan debit secara cepat ketika hujan deras turun.

“Kami berharap kegiatan pemantauan dapat terus berlanjut, terutama di sungai-sungai yang memiliki karakter debit air berubah sangat cepat saat musim hujan,” katanya.

BPBD Kota Batu juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam upaya mitigasi dengan menjaga kebersihan sungai serta segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya, seperti pohon tumbang, longsor, maupun penyumbatan aliran sungai.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Kota Batu di nomor 0812-1710-4099 atau layanan darurat 112 milik Pemerintah Kota Batu agar penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (*)

Tombol Google News

Tags:

Susur Sungai Bpbd Kota Batu Musim Kemarau Titik Rawan Banjir Info Kota Batu Berita Kota Batu