BAZNAS Kabupaten Bandung Bidik Kemandirian Mustahik Lewat Zakat Produktif

15 Oktober 2026 19:41 15 Okt 2026 19:41

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BAZNAS Kabupaten Bandung Bidik Kemandirian Mustahik Lewat Zakat Produktif

Ketua BAZNAS Kab Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A.,di sela Rakornas BAZNAS di Jakarta, Kamis (15/10/26).(Foto:Baznas)

KETIK, BANDUNG – Pengelolaan zakat tak cukup berhenti pada penyaluran bantuan. BAZNAS Kabupaten Bandung mendorong penguatan program pemberdayaan produktif agar dana umat tak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka jalan bagi mustahik untuk mandiri secara ekonomi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mengatakan keberhasilan pengelolaan zakat harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan kemampuan program mendorong penerima zakat keluar dari ketergantungan bantuan.

“Zakat harus menjadi kekuatan perubahan. Keberhasilan kita bukan hanya diukur dari besarnya dana yang dihimpun, tetapi juga dari seberapa luas manfaat yang dirasakan masyarakat dan seberapa besar kemampuan kita mendorong mustahik menjadi mandiri,” kata Yusuf di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 di Jakarta, 13–16 Oktober 2026.

Yusuf menghadiri agenda tersebut bersama Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P., dan Wakil Ketua II H. Abdul Rouf, S.Pd.I. Rakornas tahun ini mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.

Menurut Yusuf, transformasi pengelolaan zakat membutuhkan penguatan penghimpunan, tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta program pendistribusian dan pemberdayaan yang terukur. Ketiganya menjadi fondasi agar dana yang dihimpun dapat dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Di sisi penghimpunan, digitalisasi layanan dan penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan. Sementara pada sisi penyaluran, bantuan kebutuhan dasar tetap diperlukan, tetapi perlu diimbangi program produktif yang dirancang sesuai kebutuhan penerima.

Partisipasi dalam Rakornas juga menjadi momentum bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memperkuat koordinasi dengan BAZNAS RI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan memperluas potensi penghimpunan zakat sekaligus meningkatkan efektivitas program sosial dan ekonomi umat.

Berlandaskan semangat “Bangkit, Berkah, Berdaya”, BAZNAS Kabupaten Bandung menyatakan akan terus mendorong pengelolaan zakat yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Tantangannya bukan hanya memastikan bantuan tersalurkan, melainkan juga membangun program yang tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Bandung, zakat merupakan amanah umat yang menuntut pengelolaan transparan sekaligus orientasi hasil. Ukuran keberhasilannya pada akhirnya terletak pada sejauh mana dana tersebut mampu memperluas kesejahteraan dan memperkuat kemandirian masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Baznas baznas kabupaten bandung zakat Ketua Baznas Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi