110 Siswa SD/MI Adu Suara di Macapat Idol-6 di Kejari Batu, 2 Bocah Ini Keluar sebagai Juara!

22 September 2026 20:16 22 Sep 2026 20:16

Dafa Wahyu P., Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 110 Siswa SD/MI Adu Suara di Macapat Idol-6 di Kejari Batu, 2 Bocah Ini Keluar sebagai Juara!

Penampilan Dalang Cilik yang turut serta meramaikan gelaran Macapat Idol-6 di Kantor Kejari Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Sebanyak 110 siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) se-Kota Batu mengikuti Gelaran Macapat Idol-6 yang digelar di Kantor Kejari Batu, Selasa, 22 September 2026.

Dalam gelaran tahun keenam tersebut, Ananda Dinantara Vinia WPP dari SDN Beji 02 Kota Batu berhasil meraih juara kategori putra. Sementara itu, kategori putri dimenangkan Ananda Dikna A.C. dari SDN Punten 01 Kota Batu.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu Arya Wicaksana mengatakan, kegiatan Macapat Idol-6 memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang.

Menurutnya, seni tembang macapat merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Lomba Macapat bukan sekadar sebuah perlombaan untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga, melestarikan, dan meneruskan warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tembang macapat memiliki kandungan sejarah, sastra, filosofi, serta tuntunan kehidupan yang luhur.

Berbagai tembang di dalamnya memuat pesan moral yang berkaitan dengan perjalanan hidup manusia, mulai dari kelahiran, hubungan antarsesama, hingga menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan.

Arya menilai nilai-nilai yang terkandung dalam seni macapat masih relevan dengan kehidupan saat ini. Terlebih, generasi muda menghadapi perkembangan zaman dan arus modernisasi yang terus berlangsung.

“Generasi muda perlu tetap memiliki akar budaya yang kuat, karena kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan perkembangan ekonominya saja, tapi juga dari seberapa kuat masyarakatnya dapat menjaga nilai, karakter, dan jati diri budaya yang dimilikinya,” tambah dia.

Karena itu, ia mengajak berbagai pihak untuk mendukung penyelenggaraan Macapat Idol-6 sebagai ruang pertemuan antargenerasi.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkenalkan seni macapat kepada masyarakat luas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

Wali Kota Batu, Nurochman mengapresiasi antusiasme para peserta yang tampil dalam gelaran Macapat Idol-6. Ia juga menyoroti keberadaan dalang cilik yang turut menunjukkan kemampuan seni budaya dalam kegiatan tersebut.

Menurut Nurochman, keberlanjutan seni tradisional dapat terlihat dari adanya generasi muda yang bersedia mempelajari dan menampilkannya.

Ia menilai peran guru, komunitas seni, dan para seniman menjadi bagian penting dalam proses pengenalan budaya kepada anak-anak.

“Melihat anak-anak sekalian nembang hari ini, kemudian tadi ada dalang cilik yang sangat luar biasa. Ini adalah kepastian bahwa budaya kita tidak akan pernah punah, tidak akan pernah hilang dari bumi Nusantara. Karena apa? Generasinya terus ada,” tutur Cak Nur, sapaanya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah mempelajari tembang macapat. Namun, menurutnya, anak-anak dan para guru yang terus mengajarkan seni tersebut di sekolah maupun komunitas seni telah menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlangsungan budaya.

Pemerintah Kota Batu, lanjut Cak Nur, berkomitmen untuk terus memberikan ruang kreatif serta dukungan melalui edukasi dan pembelajaran.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman atas kerja keras dan ketulusan mereka dalam mempertahankan tradisi seni macapat.

“Alhamdulillah yang tahun ini tahun ke-6. Dan setiap tahun pasti dilaksanakan di kantor kejaksaan. Ini satu hal sebagai bentuk juga dukungan dari Pak Kajari dan seluruh pejabat yang ada di Kejaksaan Negeri Batu atas upaya kita untuk terus melestarikan dan menumbuhkembangkan budaya-budaya yang menjadi karakteristik dan jati diri kita sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Cak Nur menambahkan, perubahan zaman tidak seharusnya menghilangkan identitas budaya masyarakat. Ia berharap para peserta, termasuk anak-anak yang berhasil melaju ke grand final, terus mendapatkan apresiasi atas semangat mereka mempelajari dan menampilkan seni tradisional.

“Ini menunjukkan bahwa Macapat masih punya tempat di hati generasi muda kita,” pungkas Nurochman. (*)

Tombol Google News

Tags:

Macapat Idol Kejari Batu Wali Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu