KETIK, MALANG – Ketua Komite SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Prof. Rofi'uddin, menyoroti proses pemilihan komite angkatan terbaru. Ia menegaskan bahwa penentuan anggota komite sepenuhnya menjadi hak dan keputusan wali murid.
Menurut Rofi'uddin, perwakilan orang tua merupakan unsur utama dalam struktur Komite Sekolah. Oleh karena itu, mekanisme pemilihan untuk setiap angkatan sepenuhnya ditentukan oleh pilihan orang tua atau wali.
"Kalau bagi saya selaku ketua komite, yang diharapkan ini kan mewakili para wali siswa yang notabene itu nanti adalah suara masyarakat. Jadi pilihlah yang memang bisa mewakili," ujarnya, Rabu 26 Agustus 2026.
Komite sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk kandidat maupun menetapkan kriteria tertentu. Menurut Rofi'uddin, proses pemilihan dilakukan melalui koordinator kelas dan hasilnya diserahkan sepenuhnya pada keputusan wali murid.
"Koordinator-koordinator kelas itulah yang melakukan. Jadi tidak komite turun tangan mengatur semuanya. Komite prinsipnya menyerahkan sepenuhnya para orang tua itu maunya bagaimana. Wakil yang mereka usulkan siapa," tuturnya.
Di SMAN Taruna Nala, setiap angkatan diwakili oleh dua orang tua murid dalam kepengurusan komite. Ketika masa kepengurusan suatu angkatan berakhir seiring kelulusan siswa, posisi tersebut digantikan oleh perwakilan angkatan baru.
"Sifat pergantiannya tidak total begitu. Jadi ini, yang angkatan SN 10 selesai, tentu yang mengganti ini adalah yang SN 12 angkatan sekarang. Nah, yang lain tidak diganti. Terus yang baru ini, mereka rapat, koordinasi, menentukan. Sepenuhnya dari pihak orang tua memilih siapa nama yang diusulkan," tegasnya.
Nama yang terpilih selanjutnya diserahkan panitia ke pihak sekolah untuk ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK). Untuk itu, ia berpesan agar panitia konsisten menjalankan proses pemilihan berdasarkan kesepakatan wali murid.
"Pesan saya selalu, komunikasi. Apa sih yang dicari sebagai komite, semuanya kan untuk support bagaimana sekolah ini menjadi lebih baik. Komite juga tidak ada honornya, seperti kerja sosial. Kalau komunikasi lancar, tidak ada kendala, tapi kalau komunikasi tidak lancar ya jadi masalah," pungkasnya.(*)
.png)