KETIK, MALANG – Perguruan tinggi di Kota Malang gencar membuka seleksi jalur mandiri menjelang tahun ajaran baru. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan penuh antusias oleh para lulusan SMA, salah satunya dalam pelaksanaan tes mandiri di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Cerita perjuangan datang dari Tsabita, siswi asal Probolinggo lulusan SMA IT Asy-Syadzili Kabupaten Malang. Demi mengikuti tes mandiri berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) di kampus Islam negeri tersebut, ia rela berangkat sejak pukul 01.00 WIB agar bisa tiba di Kota Malang tepat waktu.
"Tadi saya berangkat dari Probolinggo pukul 01.00 WIB, sampai di sini pukul 06.00 WIB," ujar Tsabita, Selasa, 7 Juli 2026.
Tsabita mengaku telah melakukan persiapan matang selama satu bulan penuh, baik dari segi materi ujian maupun mental. Jalur mandiri UIN Malang ini menjadi harapan besarnya untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
"Saya sudah melakukan persiapan belajar selama satu bulan untuk menghadapi tes mandiri. Saya juga menyiapkan mental agar bisa mengerjakan soal dengan lebih tenang melalui rutin Salat Tahajud," tuturnya.
Pada tahun akademik 2026 ini, UIN Malang menyediakan kuota jalur mandiri sebesar 25 persen dari total keseluruhan mahasiswa baru. Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Malang, Imam Ahmad, mengungkapkan bahwa angka pasti untuk nominal kuota jalur mandiri saat ini masih menunggu finalisasi registrasi jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN).
Sebagai gambaran, tahun lalu kampus ini menerima sekitar 1.400 mahasiswa baru melalui jalur mandiri.
"Kalau yang kita ajukan ke panitia nasional itu 25 persen dari keseluruhan mahasiswa. Jadi, prestasi nasional 25 persen, ujian tulis nasional 50 persen, dan mandiri 25 persen. Nominal pastinya berapa, kita masih menunggu dari UMPTKIN yang sekarang sedang registrasi. Kalau yang registrasi di sana banyak, otomatis kuota mandiri mungkin bisa berkurang," jelas Imam Ahmad.
Tahun ini, UIN Malang menyediakan tiga skema jalur mandiri, yaitu Jalur Mandiri Tes, Jalur Mandiri Non-Tes (menggunakan nilai UTBK, UMPTKIN, atau rapor), serta Jalur Mandiri Prestasi.
Ada hal unik yang menjadi ciri khas seleksi mandiri di UIN Malang. Setiap peserta yang mendaftar diwajibkan melalui tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).
Imam Ahmad menjelaskan, aturan ini diterapkan untuk menjamin mutu dan karakter lulusan UIN Malang di masyarakat kelak.
"Cuma di sini keunikannya, siapapun yang mengikuti jalur ini tetap harus mengikuti ujian BTQ. Harapannya, kita bisa mendapatkan input yang ideal. Siapapun yang lulus dari UIN itu kan pasti akan ditanya oleh masyarakat, bisa baca Al-Qur’an atau tidak," pungkas Ahmad. (*)
.png)