KETIK, MALANG – Resmi jadi Fakultas sendiri, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri (FUSI UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang siap mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan skill dan mencetak prestasi membanggakan.
Sebagai fakultas yang baru saja resmi berdiri pada tahun 2026, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam mulai menunjukkan upaya mengembangkan mahasiswa untuk bisa aktif dalam segala kegiatan mengasah skill ataupun prestasi akademik dan non-akademik.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H., menyampaikan bahwa saat ini telah merancang beberapa rangkaian agenda, mulai dari program peningkatan skill, public speaking, workshop riset, pengabdian masyarakat, hingga pelatihan bahasa isyarat.
Ahmad Syihab Athailah, mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang memiliki segudang prestasi. (Foto: UIN Malang)
"Jadi kita satu ada satu program namanya peningkatan skill mahasiswa dengan pengembangan potensi mahasiswa. Dalam waktu dekat ini, Insyaallah di awal Oktober kita akan melakukan kegiatan public speaking, kemudian akan melaksanakan workshop riset ya, riset dan pengabdian masyarakat kepada mahasiswa. Juga kami akan melaksanakan kegiatan pelatihan bahasa isyarat," jelasnya.
Di tahun 2026, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang telah mendapatkan amanah dengan hadirnya mahasiswa penyandang tunanetra, Ahmad Syihab Athailah dengan segala prestasi membanggakan. Sehingga, Prof. Erfaniah Zuhriah bersama staf dan tenaga pendidik lainnya mengupayakan untuk bisa memberikan fasilitas dari sisi sarana dan prasarana untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.
Prof. Erfaniah Zuhriah mengungkapkan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang telah tengah mengupayakan kesediaan perpustakaan Braille atau Braille Corner kepada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) di Kementerian Agama, di mana buku-buku teks bisa diakses oleh penyandang tunanetra melalui Braille.
Untuk mendukung proses belajar dari mahasiswa berkebutuhan khusus ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang juga telah menyediakan aplikasi khusus untuk membaca e-book. Sehingga, mahasiswa berkebutuhan khusus ini bisa belajar dengan nyaman layaknya mahasiswa lainnya yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital.
"Jadi yang saya syukuri, saya diberi amanah pada tahun ini, saya punya mahasiswa yang sangat istimewa yaitu penyandang tunanetra begitu, dengan segala prestasi yang sangat luar biasa, Mas Syihab itu," ujar Prof. Erfaniah Zuhriah.
"Mas Syihab ini dia bisa membaca e-books gitu ya, dengan aplikasi yang khusus untuk tunanetra begitu. Jadi dia bisa megang handphone, dia bisa menggunakan WhatsApp, tapi WhatsAppnya itu bersuara begitu, dengan kayak model voice note tapi keluar teksnya," imbuhnya.
Tak hanya fasilitas selama perkuliahan regular, mahasiswa berkebutuhan khusus juga akan diberikan kenyamanan selama berada di ma'had atau asrama. Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang telah menyiapkan volunteer, yakni teman seangkatan dan sekelasnya yang tinggal dalam satu kamar.
Dalam memberikan fasilitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang telah bekerja sama dengan Pusat Studi Gender, Anak, dan Difabel (PSGAD) UIN Malang.
"Kemudian kami juga kerja sama dengan Pusat Studi Gender, Anak dan Difabel. Dia juga menyiapkan volunteer yang akan mendampingi secara akademik untuk pendampingan tugas-tugas dari Syihab," tutur Prof. Erfaniah Zuhriah.
Prof. Erfaniah Zuhriah menuturkan ke depannya, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang akan berupaya untuk. Isa mengantarkan lulusan untuk bisa di terima di dunia kerja yang sesuai dengan skill yang dimiliki.(*)
