Sapa Penggemar di Kota Malang, Dee Lestari Ungkap Rencana Adaptasi Serial Netflix dan Sekuel Kedua Aroma Karsa

17 Oktober 2026 05:05 17 Okt 2026 05:05

Lutfia Indah, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sapa Penggemar di Kota Malang, Dee Lestari Ungkap Rencana Adaptasi Serial Netflix dan Sekuel Kedua Aroma Karsa

Dewi 'Dee' Lestari dalam bedah buku yang digelar oleh BI Malang dan Dispussipda Kota Malang, membahas tentang kelanjutan Aroma Karsa. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Penulis kondang, Dewi 'Dee' Lestari menyapa penggemar dalam Puncak Lentera Fest 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Malang bersama Dispussipda Kota Malang. Ia sempat memberikan bocoran rencana adaptasi novelnya yang bertajuk Arom Karsa menjadi serial Netflix.

Selain itu, Dee Lestari juga membocorkan progres dari sekuel kedua novel Aroma Karsa yang akan segera terbit pada awal tahun 2027 nanti. Kedua berita baik tersebut turut disambut denngan antusias oleh para penggemar karya-karyanya.

"Lalu akan ada Aroma Karsa yang kedua, barang kali tidak akan lama lagi. Jadi saya targetkan awal tahun depan kita sudah bisa bertemu dengan lanjutan dari buku ini," ujarnya, Jumat 16 Oktober 2026.

Rencana alih wahana serial Aroma Karsa ini turut membuat karyanya semakin banyak digemari oleh pembaca. Menurut Dee, serial Netflix tersebut diperkirakan dapat mulai dinikmati penggemar dalam 2 tahun ke depan.

Butuh proses dan riset yang cukup panjanng baginya untuk mampu menggarap nover best seller tersebut. Dee tak segan melakukan riset dengan mengikuti kursus meracik parfum, terjun langsung ke TPST Bantar Gebang, hingga sampai ke Gunung Lawu.

"Aroma Karsa ini idenya sangat sederhana, datang dari keseharian kita. Ide itu kadang-kadang datang begitu general, begitu mengambang. Jadi yang mahal itu sebenarnya risetnya," ungkapnya.

Dari kelas kursus menulis, ia memahami bahwa salah satu deskripsi yang peling kuat dalam menulis fiksi berada pada penciuman, alih-alih dari sisi visual. Indra penciuman dinilai menjadi indra yang paling dekat dengan emosi manusia, tak hanya membangkitkan memori, namun juga perasaan.

"Sayangnya fiksi-fiksi itu jarang yang mengeksplorasi penciuman karena sulit digambarkan. Tapi kalau ada yang berhasil menggunakan proses penciuman, pasti dampak ke pembacanya luar biasa. Dari sana saya mulai membangun sebuah ide, buat novel berbicara tentang penciuman," lanjutnya.

Dari sanalah ia memutuskan membuat karakter dengan dua pekerjaan berbeda yang berkaitan erat pada sebuah aroma. Dee mencoba menggambarkan bagaimana sosok Jati Wesi yang harus bekerja di TPST Bantar Gedang pada siang hari, dan lanjut menjadi peracik parfum di malam hari.

"Saya bayangkan ini orang, saking dahsyatnya penciumannya, bisa mencium hal-hal yang tidak dibaui oleh manusia biasa. Jadilah seorang karakter Jati Wesi yang punya penciuman super," sebutnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi menilai pentingnya aspek literasi dalam perkembangan peradaban manusia. Menurutnya literasi tak sekadar tentang informasi faktual maupun ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam bahasa formal.

"Tidak harus data dan informasi itu yang eksak, karena yang namanya fiksi pun justru kadang lebih menggugah kita dibandingkan dengan buku-buku yang ditulis dengan kata-kata yang lebih sulit. Karena itulah kami menyambut baik sekali inisiasi ini, kita bekerja sama, berkolaborasi," ujar Indra.

Menurutnya pertemuan antara penulis dengan masyarakat, mampu menjadi media untuk meningkatkan kegemaran terhadap literasi. Bahkan BI Malang juga telah menerbitkan buku bertajuk Menulis Malang untuk merekam kondisi Malang agar dapat diingat oleh generasi mendatang.

Menurutnya, tradisi lokal, termasuk kuliner, juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Malang memiliki kekuatan tradisi yang dapat menjadi pijakan untuk membangun kegiatan ekonomi dengan tetap berakar pada identitas daerah.

"Dari situ kita melihat bagaimana perjalanan sebuah tradisi, bagaimana masakan, kuliner kita itu bisa mempengaruhi kehidupan masyarakatnya. Untuk itu, kami berharap kegiatannya ini tidak berhenti di sini. Kita akan berkolaborasi karena BI juga punya perpustakaan khusus. Koleksi-koleksi perpustakaan nanti diintegrasikan dengan perpustakaan di Kota Malang." pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dewi Dee Lestari Dee Lestari Dewi Lestari Novel Aroma Karsa Aroma Karsa Serial Netflix Kota Malang Berita Kota Malang