KETIK, MALANG – Gunung Kawi selama ini dikenal luas karena kekayaan tradisi dan nilai budayanya. Namun, di balik pesona tersebut, kawasan ini juga menjadi habitat bagi salah satu spesies pohon langka yang berstatus terancam punah (endangered), yakni Dipterocarpus hasseltii atau Keruing Bunga.
Keruing Bunga tumbuh di kawasan Kawi Argo Park, Gunung Kawi, Kabupaten Malang, dan menjadi bagian dari kekayaan hayati yang perlu dijaga kelestariannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kayu Keruing memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, lantai, hingga bantalan rel kereta api.
Selain kayunya, pohon ini juga menghasilkan resin atau minyak yang dikenal sebagai damar keruing, minyak keruing, maupun minyak lagan.
Berbagai hasil olahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pernis, penerangan, serta dempul untuk perahu.
Semaian Keruing Bunga di Kawasan Kawi Argo Park, Gunung Kawi, Kabupaten Malang. (Foto: Alifia/Ketik.com)
Mengacu pada penelitian Nurin Alwaaritsy, mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan UIN Malang, dan Nuralfin Anripa, mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan, Universitas Dumoga Kutomobagu, Keruing merupakan salah satu spesies terancam punah akibat eksploitasi yang berlangsung secara masif.
Alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian, penurunan kualitas habitat, serta minimnya pemantauan terhadap populasinya turut menjadi faktor yang mempercepat ancaman terhadap keberlangsungan spesies ini.
Keberadaan Keruing Bunga di Gunung Kawi menjadi pengingat bahwa kawasan tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang penting. (*)
.png)