Stafsus ‎KSP Pantau MBG di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Wajibkan Test Food Cegah Keracunan ‎

7 September 2026 20:32 7 Sep 2026 20:32

Gumilang

Editor
Thumbnail Stafsus ‎KSP Pantau MBG di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Wajibkan Test Food Cegah Keracunan ‎

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Alfret Denny Djoike Tueje didampingi Bupati Malang, Wabup Malang dan Sekda Kabupaten Malang ketika melihat langsung Proses food test. (Foto: Binar Gumilang/Ketik.com)

KETIK, MALANG – ‎Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang ditinjau langsung Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Alfret Denny Djoike Tueje. Ia mendatangi Pendapa Agung Kabupaten Malang untuk berkoordinasi dan memantau MBG, Senin, 7 September 2026.

‎Kedatangan Alfret disambut langsung Bupati Malang Sanusi, Wabup Malang Hj Lathifah Shohib dan Sekda Kabupaten Malang Budiar. Hadir pula Dandi 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho dan Forkopimda .

‎Bupati Malang Sanusi memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengelola SPPG agar tidak menjadikan MBG sebagai ladang keuntungan dengan mengorbankan kualitas makanan.

‎“Jangan buat main-main, ini menyangkut nyawa orang dan kualitas anak bangsa. Jika terjadi keracunan akibat kelalaian, saya tidak segan untuk menuntut secara pidana,” tegas Bupati Malang.

‎Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa setiap makanan yang diberikan kepada siswa harus benar-benar memenuhi standar keamanan. 

‎"Proses test food atau pemeriksaan makanan sebelum disajikan kepada siswa juga harus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko keracunan," tegasnya. 

‎Bagi Bupati Malang, MBG bukan sekadar program pemberian makanan gratis kepada masyarakat. Lebih jauh, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia sekaligus memperkuat ketahanan nasional. 

‎Menurut Abah Sanusi sapaan akrabnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak anak berada dalam masa pertumbuhan.

‎Asupan nutrisi yang seimbang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak.

‎“Presiden sangat konsen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM. Salah satu caranya adalah dengan memastikan kecukupan gizi agar IQ anak-anak kita meningkat dan mereka tumbuh menjadi pemimpin yang pintar,” jelasnya.

‎Ia berharap program MBG mampu menjadi salah satu fondasi dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, produktif dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin mandiri.

‎Optimisme terhadap dampak MBG juga didukung capaian pendidikan Kabupaten Malang. Hingga 2025, sekitar 5.000 siswa SMP tercatat lulus dengan nilai rata-rata 9, bahkan 66 siswa berhasil meraih nilai sempurna 100.

‎Dengan dukungan pemenuhan gizi yang lebih baik melalui MBG, Pemkab Malang berharap prestasi pendidikan tersebut dapat terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kesehatan, ketahanan tubuh dan kemampuan kognitif siswa.

‎Dalam sambutan, Sekda Kabupaten Malang selaku Ketua Satgas Percepatan MBG menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG menunjukkan perkembangan signifikan.

‎Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 627.925 penerima manfaat yang dilayani melalui 258 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 226 SPPG atau 87,6 persen telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa aspek keamanan dan kelayakan pangan menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan MBG.

‎“Capaian ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat terhadap pemenuhan standar higiene dan sanitasi dalam penyelenggaraan makanan,” ujar Sekda  Kabupaten Malang Budiar.

‎Dua Inovasi Digital kata ia, Perkuat Pengawasan untuk merespons berbagai tantangan. Khususnya terkait mutu dan keamanan pangan, Pemkab Malang juga menghadirkan dua inovasi digital sebagai instrumen pengawasan dan transparansi.

‎"Melalui portal lapor-mbg.malangkab.go.id, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan, laporan maupun masukan secara langsung terkait pelaksanaan MBG. Sementara itu, portal sppg.malang.go.id menjadi instrumen pelaporan bagi seluruh kepala SPPG," bebernya. 

‎Data penyelenggaraan MBG kata ia, wajib dilaporkan secara real-time, mulai dari jumlah penerima manfaat jenjang PAUD hingga SMA, menu makanan.

‎Pada kesempatan itu, juga dilakukan simulasi test food MBG yang dilakukan Dinkes Kabupaten Malang dan Polres Malang untuk mencegah terjadinya keracunan. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Alfret Denny Djoike Tueje Kabupaten Malang MBG Pemkab Malang sekda kabupaten malang Bupati Malang