Menko Yusril di Unikama: Demokrasi Indonesia Lahir dari Nilai-Nilai Kearifan Lokal

7 Juli 2026 12:14 7 Jul 2026 12:14

Fisca Tanjung

Editor
Thumbnail Menko Yusril di Unikama: Demokrasi Indonesia Lahir dari Nilai-Nilai Kearifan Lokal

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat memberikan orasi di Unikama. (Foto: Humas)

KETIK, MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) memperkuat komitmennya dalam pengembangan kajian hukum tata negara dengan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., sekaligus meresmikan Pusat Kajian Konstitusi dan Demokrasi, Selasa, 7 Juli 2026.

Momentum tersebut diawali dengan Orasi Kebangsaan bertema "Merawat Demokrasi dan Supremasi Hukum dalam Bingkai Nilai-Nilai Kearifan Lokal Menuju Indonesia Emas" yang digelar di Aula Sarwakirti.

Dalam orasinya, Yusril mengajak sivitas akademika memahami demokrasi dan konstitusi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa yang telah hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unikama. Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., mengaku bersyukur karena Yusril akhirnya dapat memenuhi undangan kampus setelah sempat dijadwalkan beberapa waktu sebelumnya.

"Satu kebahagiaan bagi keluarga besar Unikama karena akhirnya Prof. Yusril Ihza Mahendra dapat hadir di kampus kami. Kehadiran beliau menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk mendapatkan pencerahan mengenai kehidupan berbangsa, demokrasi, dan konstitusi," ujar Sudi Dul Aji.

Menurutnya, Unikama menjadi gambaran keberagaman Indonesia karena dihuni mahasiswa dan dosen yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera hingga Papua. Keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun kehidupan kampus yang harmonis.

Dalam kesempatan itu, Unikama juga memperkenalkan Pusat Kajian Konstitusi dan Demokrasi sebagai wadah pengembangan riset, kajian ilmiah, hingga advokasi pemikiran mengenai hukum tata negara dan demokrasi.

"Kami berharap pusat kajian ini menjadi wadah kolaborasi dosen, mahasiswa, praktisi, hingga pemangku kebijakan untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi bagi pengembangan hukum dan demokrasi di Indonesia," katanya.

Sementara itu, mengawali orasi kebangsaannya, Yusril menyampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki kedekatan dengan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga saat ini.

"Bagi saya tema ini adalah sesuatu yang sangat dekat sekali kaitannya dengan perjalanan hidup pribadi saya dari kecil sampai sekarang ini. Dan ini juga merupakan satu tema yang sangat penting untuk kita pahami, kita renungkan, dan kita hayati bersama-sama," ujar Yusril.

Ia kemudian mengisahkan masa kecilnya di Bangka yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat multikultural. Pengalaman hidup di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, menurutnya, membentuk pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

"Kami terbiasa hidup dalam satu kebersamaan. Ada adat orang Melayu yang sangat kuat, mereka saling menghormati satu dengan yang lain," tuturnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Yusril menegaskan bahwa demokrasi Indonesia sesungguhnya telah tumbuh dari nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka. Ia juga mengulas perjalanan konstitusi Indonesia sekaligus menekankan pentingnya menjaga supremasi hukum sebagai pilar utama negara.

Yusril juga dijadwalkan meresmikan Pusat Kajian Konstitusi dan Demokrasi Unikama yang diharapkan menjadi pusat pengembangan pemikiran serta rekomendasi strategis bagi kemajuan hukum dan demokrasi di Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Unikama Kampus Unikama Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra Yusril Ihza Orasi Kebangsaan Aula Sarwakirti Rektor Unikama Prof. Dr. Sudi Dul Aji