KETIK, MALANG – Mural ikonik bertuliskan “Malang The Glory Land” yang menghiasi salah satu dinding di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mendadak hilang. Mural bersejarah yang telah menghiasi lokasi tersebut sejak 2016 itu mendadak ditutup total dengan cat berwarna biru, lalu ditimpa tulisan baru berwarna putih dan kuning bertuliskan “Malang Menyala Bersama”.
Diketahui, mural bertuliskan “Malang Menyala Bersama” tersebut dibuat oleh Malang Creative Fusion (MCF), yang merupakan inisiator gelaran Festival Mbois 11 Malang Menyala yang akan digelar di Stadion Gajayana.
Pengubahan mural secara sepihak ini memicu sorotan dan reaksi dari berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, pengurus Aremania Utas turun langsung ke lokasi.
“Jadi, kami sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan panitia (MCF). Karena tidak ada klarifikasi atau pemberitahuan kepada yang menginisiasi atau yang membuat tulisan mural tersebut,” ujar Dedi Arisandi selaku Humas Aremania Utas kepada Ketik.com, Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, meski mural tersebut secara formal bukan milik organisasi, Aremania Utas merasa bertanggung jawab secara moral untuk memberikan penjelasan.
“Bagaimanapun juga, kita sesama Aremania. Meskipun ini bukan milik organisasi, tetapi mau tidak mau, secara normatif, berbicara Aremania di Malang, pasti kita yang pertama kali sebagai organisasi dimintai keterangan,” terangnya.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan posisi Aremania Utas menjadi penengah atau mediator dalam menjaga iklim kondusivitas Kota Malang agar permasalahan ini tidak membesar.
“Kami di sini hanya sebagai penengah supaya masalah ini tidak berlarut-larut ataupun menjadi permasalahan berikutnya, agar tidak menjadi tindakan yang tidak diinginkan. Kami ingin diselesaikan secara damai ataupun kekeluargaan dengan semangat kekompakan, damai, dan kondusif,” jelasnya.
Sebagai langkah tegas, Aremania Utas meminta iktikad baik serta pertanggungjawaban terbuka dari pihak MCF. Termasuk, meminta maaf kepada keluarga almarhum Sam Nyek selaku penggagas mural “Malang The Glory Land”.
“Kami harap dari panitia yang melakukan perbuatan sepihak ini agar ada klarifikasi kepada yang memiliki tulisan tersebut dan legawa meminta maaf ataupun bertanggung jawab. Apa pun nantinya, baik pengecatan ulang ataupun apa yang diminta oleh rekan-rekan dari yang mempunyai tulisan ini, supaya tidak ada ganjalan ataupun menjadi pemikiran yang negatif,” pungkasnya.
.png)