KETIK, MALANG – Masyarakat di wilayah Malang Raya diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan intensitas curah hujan masih berada pada kategori sangat rendah hingga pertengahan Oktober 2026.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Retno Wulandari, mengatakan wilayah Malang Raya diprediksi masih memiliki potensi hujan yang rendah hingga akhir September dan Oktober.
"Akhir September hingga Oktober untuk wilayah Malang, masih rendah terjadinya potensi hujan. Apabila terjadi, pada umumnya masih masuk kategori rendah (<20 mm)," jelasnya, Senin, 21 September 2026.
Kondisi cuaca terik dan minim hujan yang melanda Malang Raya pada belakangan ini, tidak lepas dari dinamika iklim global. Pihaknya mencatat fenomena El Nino yang melintasi wilayah Indonesia tidak hanya bertahan lebih lama, namun juga menunjukkan adanya penguatan.
"Tahun ini terjadi fenomena El Nino. Dari pemantauan terbaru, El Nino diprediksi masih bertahan hingga awal 2027 dan saat ini menunjukkan penguatan," terangnya.
Diketahui, pengaruh kondisi tersebut juga terlihat dalam peta prediksi curah hujan BMKG untuk wilayah Jawa Timur. Berdasarkan Peta Prediksi Deterministik Curah Hujan Dasarian Provinsi Jawa Timur yang diperbarui pada 20 September 2026, wilayah Malang Raya masih didominasi kategori curah hujan rendah.
Dalam peta tersebut, prakiraan untuk periode Dasarian III September hingga Dasarian II Oktober 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Malang berada dalam warna cokelat tua.
Warna tersebut menunjukkan prakiraan curah hujan pada rentang 0-10 milimeter hingga 11-20 milimeter. Artinya, hujan yang turun selama periode tersebut diperkirakan masih relatif sedikit.
Perubahan kondisi baru mulai terlihat pada prakiraan Dasarian III Oktober 2026. Pada periode tersebut, warna pada peta mulai bergeser ke kategori curah hujan 21-50 milimeter di sejumlah wilayah.
"Namun demikian, bukan berarti seluruh wilayah Malang Raya akan langsung memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi. Karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti perkembangan dinamika atmosfer yang terjadi," ungkapnya.
Dengan kondisi curah hujan yang masih rendah dan fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal tahun, masyarakat di Malang Raya diimbau tetap memperhatikan penggunaan air bersih. Selain itu, hindari aktivitas pembakaran di lahan yang kering karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran yang semakin meluas.
"Gunakan air secara bijak selama periode tersebut berlangsung. Termasuk, tetap mengikuti segala informasi dan perkembangan prakiraan cuaca dari kanal resmi BMKG," pungkasnya.(*)
