KETIK, MALANG – Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat peran kader dalam pembangunan, termasuk mendukung ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut digelar di Harris Hotel Kota Malang, pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan melibatkan pengurus dan kader Tim Penggerak (TP) PKK dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengatakan peringatan HKG tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan bagi para kader untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas di daerah masing-masing.
Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur yang digelar di Harris Hotel, Kota Malang. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)
Menurutnya, PKK tumbuh dari kepedulian sederhana seorang perempuan terhadap keluarganya yang kemudian meluas menjadi gerakan bersama di lingkungan masyarakat. Semangat tersebut berkembang hingga menjangkau berbagai wilayah, mulai dari tingkat RT dan RW hingga desa dan kelurahan di seluruh Jawa Timur.
“PKK ini lahir dari semangat yang sangat sederhana, yaitu seorang perempuan yang peduli pada keluarganya, lalu kemudian mengajak para tetangga, para saudara di sekitarnya untuk kemudian ikut melangkah bersama,” ujar Arumi.
Ia menegaskan, kekuatan gerakan PKK tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan oleh kesamaan tujuan dan kekompakan seluruh kader dalam menjalankan kegiatan.
“Hari Kesatuan Gerak PKK mengingatkan kita bahwa kekuatan PKK bukanlah terletak pada banyaknya kegiatan, tetapi pada kebersamaan kita, satu hati, satu tujuan, dan juga satu langkah yang searah,” kata Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak ini.
Arumi menjelaskan, peringatan HKG ke-54 tahun ini dipadukan dengan Jambore Kader PKK untuk merayakan kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi kader untuk berkembang. Kegiatan tersebut diikuti 38 ketua TP PKK kabupaten/kota, 76 pengurus TP PKK se-Jawa Timur, serta 114 kader TP PKK dari 38 kabupaten/kota.
Selama dua hari di Kota Malang, para peserta mengikuti kegiatan yang memberikan kesempatan untuk saling menguatkan, bertukar pengalaman, serta menampilkan kekayaan kuliner dan budaya dari daerah masing-masing.
Ajang tersebut juga menjadi sarana untuk menambah pengetahuan dan bekal bagi para pemimpin serta kader PKK dalam melaksanakan tugasnya.
“Kita diberi kesempatan untuk bisa berkarya, berlomba dengan sehat, menampilkan kekayaan kuliner dan juga budaya daerah kita masing-masing, serta menambahkan bekal bagi para pemimpin dan juga kader PKK dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ungkap Arumi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi kontribusi para kader PKK yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Ia menyebut para kader perempuan menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai proses pembangunan, baik di tingkat keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Khofifah menilai, gerakan PKK mampu membangun energi produktif melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari keluarga hingga posyandu.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ketua TP PKK kabupaten/kota atas kontribusi mereka dalam menggerakkan program-program pemberdayaan masyarakat.
“PKK telah memberikan energi yang luar biasa, energi yang produktif, yang membangun semangat bagi para bunda di lini paling bawah, mulai dari keluarga, dari posyandu, dan semua gerakan itu, PKK sudah melakukan orkestrasi yang luar biasa,” tutur Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta TP PKK Jawa Timur untuk terus memperkuat upaya ketahanan pangan. Menurutnya, kontribusi PKK bersama petani dan nelayan perlu terus diperluas guna menjaga keberlanjutan ketersediaan pangan.
“Saya meminta kembali PKK menguatkan satu ketahanan pangan. Yang sudah PKK lakukan, mohon tetap dikuatkan dan diluaskan,” tegas Gubernur yang sudah memipin dua periode ini.
Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan masih menjadi tantangan besar di tingkat global. Namun, Indonesia telah mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional pada 2025, sementara Jawa Timur disebut telah mencapai kedaulatan pangan berkelanjutan melalui kerja bersama berbagai elemen masyarakat.
Khofifah menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak yang memiliki peran dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, termasuk kader PKK, petani, dan nelayan.
“Ini adalah kerja keras semua lini,” imbuh dia.(*)
