KETIK, MADIUN – Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada di kawasan Jalan Pahlawan, Kota Madiun direncanakan bakal dibongkar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun.
Bagus menilai bahwa keberadaan JPO tersebut sudah tak lagi optimal dari sisi fungsinya.
"Kita sudah cek JPO. Ada wacana mau kita lepas karena melihat dari sisi fungsi sudah lagi tak optimal," jelasnya pada Minggu, 20 September 2026.
Lebih lanjut, Bagus berharap pelepasan tersebut bisa dilaksanakan tahun ini. Hal itu perlu mengingat juga sedang ada pembangunan di Jalan Semeru dan Jalan Merapi yang tak jauh dari lokasi JPO.
Selain itu, Bagus merencanakan trotoar pedestrian di sisi barat Jalan Pahlawan juga bakal diperlebar. Sementara ujung salah satu tangga JPO berada di kawasan pedestrian. Hal itu merupakan salah satu alasan juga untuk melepas JPO tersebut.
"Semoga tahun ini sudah terealisasi. Ini sekaligus ada cross pembangunan di Jalan Semeru dan Merapi, nanti akan kita bersihkan sekalian. Sekaligus yang sisi barat, pedestrian akan kita lebarkan supaya sama dengan yang sisi timur," imbuhnya.
"Hal ini perlu (pelebaran) agar pejalan kaki dan disabilitas semakin nyaman. Kita melihat selama ini jalur disabilitas hanya ada di sisi timur, makannya di sisi barat kita perlebar supaya akses disabilitas bisa di timur dan barat," ungkapnya.
Bagus juga menginstruksikan tiang listrik besar yang berada di pedestrian agar digeser. Seperti di depan BNI Madiun, tiang tersebut bakal digeser agar tidak menggangu pengguna jalan.
"Tiang listrik besar kita geser supaya fungsi dari trotoar bisa berjalan baik. Kemudian untuk videotron di JPO nantinya juga akan kita pindahkan. Opsi sudah ada seperti di kawasan simpang empat tugu atau di kawasan bundaran Kecamatan Taman," pungkasnya. (*)
