Aktivis Senior Lebak Minta Dinas Tinjau Drainase Rp 580 Juta di Kebon Kopi: Pemasangan U-Ditch Asal-asalan

31 Oktober 2026 13:11 31 Okt 2026 13:11

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Aktivis Senior Lebak Minta Dinas Tinjau Drainase Rp 580 Juta di Kebon Kopi: Pemasangan U-Ditch Asal-asalan

Kondisi pemasangan U-Ditch pada proyek drainase senilai Rp580,9 juta di Jalan KH Atim, kawasan Kebon Kopi, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com).

KETIK, LEBAK – Proyek drainase senilai Rp 580.947.311 di Jalan KH Atim, kawasan Kebon Kopi, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menuai sorotan keras.

Pasalnya, pemasangan U-Ditch di lokasi tersebut diduga asal-asalan, tidak sesuai spesifikasi teknis, dan berpotensi merugikan warga.

Tokoh Kelurahan Muara Ciujung Timur sekaligus aktivis senior Lebak, Hadi Muntoha, meminta dinas terkait untuk turun langsung meninjau proyek tersebut.

Sebagai penerima manfaat atau pengguna, Hadi mengaku sangat mengapresiasi atas pembangunan atau rehabilitasi drainase di Jl. KH. Atim tersebut. Menurutnya, pembangunan itu sudah lama dinantikan warga.

Namun, ia menyayangkan pelaksanaannya yang justru diduga dikerjakan asal-asalan.

"Sebagai penerima manfaat kami sangat mengapresiasi pembangunan drainase ini. Tapi jangan sampai asal-asalan," ujar Hadi kepada Ketik.com, Sabtu 31 Oktober 2026.

"Seharusnya pembangunan drainase di Jalan KH Atim Kebon Kopi itu harus benar-benar manfaat bagi warga setempat," sambungnya.

Menurut Hadi, drainase itu menjadi saluran vital bagi warga Kebon Kopi dan Kebon Kelapa. Namun setelah dibangun, aliran air justru dikhawatirkan makin buruk.

Fakta di lapangan, kata dia, pemasangan U-Ditch asal-asalan. Secara kasat mata, beton pracetak itu tidak diberi lantai kerja sebagai dasar. Sambungan antar U-Ditch juga dibiarkan renggang tanpa isian mortar atau semen pengikat.

"Setelah dibangunnya drainase malah aliran makin memperparah. Sebab dilihat dari kasat mata itu U-Ditch tidak dikasih lantai kerja dan antar U-Ditch juga agak longgar dan tidak dikasih mortar," tegas Hadi.

Lebih parah lagi, posisi ketinggian saluran diduga salah pasang. Seharusnya U-Ditch dipasang agak tinggi agar air mengalir lancar ke arah Kebon Kopi, bukan justru dipasang terlalu dalam hingga air akan diam di satu titik.

"Seharusnya U-Ditch itu agak ditinggikan untuk mengalir ke arah Kebon Kopi, bukan memperdalam selokannya. Nanti air akan diam di situ atau mencembeng," katanya.

Hadi tak habis pikir dengan logika kerja pelaksana proyek CV Lev Inti Karsa. Sudah tahu pemasangan di bawah berantakan, pekerjaan malah dilanjutkan ke persiapan pengecoran bagian atas.

"Udah tahu itu pemasangan U-Ditch tidak benar malah persiapan cor pada bagian atas U-Ditch. Jika persoalan ini tidak diperbaiki maka keadaan aliran selokan tersebut makin parah," ujarnya pedas.

Ia menegaskan, mumpung bagian atas belum di cor, pelaksana seharusnya memperbaiki dulu pemasangan U-Ditch di bawahnya.

"Sebelum U-ditch terpasang rapih, jangan dikasih coran dulu di atas U-ditch. Mumpung belum dikasih coran pada atas, mendingan perbaiki dulu pemasangan U-Ditch tersebut," tambahnya.

Untuk itu, Hadi mendesak dinas terkait segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan teknis. Jangan sampai proyek setengah miliar dari APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026 itu hanya terlihat selesai di permukaan, tapi menyimpan masalah jangka panjang.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan Penataan Jalan Lingkungan Kelurahan Muara Ciujung Timur dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender, dikerjakan CV Lev Inti Karsa.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek belum memberikan konfirmasi. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

Hadi Muntoha Aktivis Senior Lebak Drainase Kebon Kopi Muara Ciujung Timur Rangkasbitung Kabupaten Lebak u-ditch Proyek Drainase Rp 580 Juta Apbd Lebak 2026 Cv Lev Inti Karsa Jalan KH. Atim berita lebak Berita Banten