Gus Fawait Tegaskan Santri Jember Berhak atas Beasiswa hingga Anggaran APBD

10 Oktober 2026 21:50 10 Okt 2026 21:50

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gus Fawait Tegaskan Santri Jember Berhak atas Beasiswa hingga Anggaran APBD

Bupati Jember, Gus Fawait saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Jember, Sabtu malam, 10 Oktober 2026. (Foto: Diskominfo)

KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa santri harus memperoleh kesempatan yang setara dalam pendidikan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah. Ia meminta masyarakat tidak lagi memandang lulusan pesantren memiliki ruang pengabdian yang terbatas pada bidang keagamaan.

Pesan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Jember, Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Acara itu dihadiri para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Fawait mengajak masyarakat mengakui kemampuan santri untuk mengambil peran di berbagai bidang, termasuk menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan.

“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur'an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan pengetahuan agama, tetapi juga nilai pengabdian yang dapat menjadi modal untuk berkontribusi bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu membuka kesempatan agar santri dapat mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Fawait mencontohkan program beasiswa pendidikan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Jember sebagai salah satu bentuk dukungan bagi santri yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa kesempatan tersebut harus terbuka berdasarkan hak dan kemampuan, tanpa membedakan latar belakang pendidikan.

“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.

Ia juga menilai keberhasilan santri tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur'an. Prestasi akademik dan nonakademik perlu mendapat pengakuan yang sama sehingga santri memiliki ruang lebih luas untuk berkembang.

Selain pendidikan, Gus Fawait menegaskan bahwa santri dan masyarakat pesantren berhak memperoleh akses pelayanan kesehatan yang setara. Warga ber-KTP Jember dapat memanfaatkan layanan pengobatan gratis di rumah sakit seluruh Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Pemkab Jember juga menghadirkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu dari rumah sakit ke rumah secara gratis.

Ia menegaskan bahwa santri memiliki hak yang sama untuk memperoleh perhatian pemerintah, termasuk dalam alokasi anggaran daerah. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan program pembangunan tidak mengabaikan masyarakat pesantren.

“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait.

Fawait juga mengingatkan santri agar mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ia berharap para lulusan pesantren tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan.

“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Jember berharap santri memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kapasitas, melanjutkan pendidikan, meraih prestasi, serta berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Tombol Google News

Tags:

Hari Santri Nasional 2026 Santri Jember Gus Fawait Muhammad Fawait Beasiswa Santri Jember Pemkab Jember Mobil Cinta Jember