Pemkab Jember Kawal Pemulangan Jenazah PMI dari Malaysia hingga Dimakamkan

7 September 2026 19:43 7 Sep 2026 19:43

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkab Jember Kawal Pemulangan Jenazah PMI dari Malaysia hingga Dimakamkan

Para relawan saat mengantar pemulangan jenazah Muhammad Iswandi, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Biting Krajan, Kecamatan Arjasa, Jember. (Foto: Istimewa/Rio for Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengawal proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember yang meninggal dunia saat bekerja di Malaysia. Pemkab Jember bersama relawan Bupati Jember Gus Fawait memastikan jenazah Muhammad Iswandi, warga Desa Biting Krajan, Kecamatan Arjasa, dapat kembali ke kampung halaman.

Proses pemulangan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Sejumlah pejabat dan relawan turut terlibat dalam pengawalan tersebut, di antaranya Camat Arjasa, Camat Pakusari, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, serta sejumlah relawan.

Keluarga Muhammad Iswandi sebelumnya menghadapi proses panjang untuk memastikan kabar kematian hingga mendapatkan kepastian mengenai keberadaan jenazah. Putri almarhum, Istantina Anitia, mengatakan ayahnya telah memiliki riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi selama sekitar dua tahun terakhir.

Namun, Iswandi dikenal sebagai sosok yang tertutup ketika mengalami gangguan kesehatan. Ia bahkan jarang menceritakan kondisi sakitnya kepada keluarga.

"Tapi beliau itu kalau sakit itu tidak pernah bilang. Selalu tertutup orangnya. Baru kalau sudah sehat dapat 2 hari, 3 hari beliau berbicara," kata Nita.

Keluarga juga sempat mengalami kesulitan mempercayai informasi mengenai kematian Iswandi. Pasalnya, almarhum ditemukan meninggal dunia di sebuah musala di Malaysia tanpa membawa identitas yang lengkap.

"Jenazah belum kita temukan. Karena meninggalnya di musala, takutnya ada penipuan. Jadi pihak keluarga tidak langsung mempercayai. Karena kan juga tidak ada identitas," kata dia.

Keraguan keluarga semakin kuat karena telepon seluler milik Iswandi juga telah hilang ketika ia ditemukan meninggal. Di sekitar jenazah, pihak yang menemukan hanya mendapati beberapa barang milik almarhum.

"Karena pas meninggal beliau di musala itu dalam keadaan HP-nya sudah hilang. Jadi, di sebelah jenazah itu cuma ada sisa paspor sama kunci kamar," tuturnya.

Keluarga akhirnya memperoleh informasi yang lebih meyakinkan setelah Nita mendapatkan kabar melalui media sosial dari teman ayahnya. Informasi tersebut kemudian membantu keluarga memastikan bahwa Iswandi memang telah meninggal dunia dan jenazahnya berada di Malaysia.

Proses penanganan jenazah kemudian berlangsung dengan berbagai kendala. Pihak keluarga membutuhkan waktu untuk memastikan identitas sekaligus menyelesaikan proses pemulangan dari Malaysia ke Indonesia.

Nita mengaku bersyukur karena proses tersebut mendapat bantuan dari sejumlah pihak. Relawan Bupati Jember Gus Fawait dan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi turut membantu proses pemulangan jenazah hingga kembali ke Jember.

Relawan Gus Fawait, Rio Christiawan, mengatakan jenazah Iswandi telah tiba di Bandara Juanda, Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah tiba di Jawa Timur, jenazah kemudian dibawa menuju Jember untuk dimakamkan.

Menurut Rio, keluarga akhirnya dapat membawa jenazah almarhum ke kampung halaman dan memakamkannya sekitar pukul 20.00 WIB.

Rio juga menegaskan bahwa Pemkab Jember memberikan pengawalan penuh selama proses pemulangan jenazah. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap warga Jember yang bekerja di luar negeri.

"Artinya memang pemerintahan bupati Fawait, sangat memperhatikan terkait dengan warga yang ada di luar negeri," tutur Rio.

Pemkab Jember, lanjut Rio, juga akan terus memberikan perhatian terhadap warga Jember yang bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan warga tetap mendapatkan perlindungan ketika menghadapi persoalan selama bekerja di negara lain.

"Karena mereka ini kerja juga untuk devisa Kabupaten Jember. Jadi, uangnya dari luar (negeri) masuk ke Indonesia ini, mereka itu pahlawan devisa sebenarnya," tegasnya.

Pemulangan Muhammad Iswandi menjadi salah satu bentuk pendampingan terhadap keluarga PMI asal Jember yang mengalami musibah di luar negeri. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan terus memastikan warga Jember yang bekerja di luar negeri memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan, termasuk dalam proses pemulangan jenazah ke daerah asal.

Tombol Google News

Tags:

PMI Jember Pemulangan Jenazah Pmi Pmi Jember Di Malaysia Jember Pemkab Jember Bupati Jember Gus Fawait Muhammad Fawait