Waspada Kekeringan Meteorologis Dasarian II September 2026, BMKG Imbau Warga Hemat Air

14 September 2026 11:18 14 Sep 2026 11:18

Rusmanto, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Waspada Kekeringan Meteorologis Dasarian II September 2026, BMKG Imbau Warga Hemat Air

Lahan pertanian di Brebes Jawa Tengah alami kekeringan. (Foto: Rusmanto/Ketik.com)

KETIK, JAWA TENGAH – Kekeringan masih melanda sebagian kabupaten atau kota dan provinsi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kekeringan Meteorologi berlaku pada dasarian II September 2026 atau tanggal 11-20 September 2026.

Melansir dari instagram resmi pada Senin, 14 September 2026, BMKG mengimbau kepada masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau agar menghemat air dan menggunakannya dengan bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan dan mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air.

Hingga memasuki tengah September, angin timuran diprediksi aktif, belokan angin diprediksi terjadi di sekitar wilayah ekuator pada periode Juli, Agustus, September 2026 adalah sebesar + 2,60 yang menunjukkan adanya El Nino event dengan intensitas sangat kuat.

Prediksi El Nino 2026 akan bertahan hingga awal 2027 nilai indeks iod pada dasarian satu September 2026 sebesar + 0,394 yang menunjukkan bahwa iod berada dalam fase netral.

Dengan prediksi indeks berpeluang berada pada fase positif hingga awal tahun 2027 curah hujan umumnya diprediksi berada pada kriteria rendah sampai dengan menengah 0 sampai 150 mm perdatarian.

Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah atau kurang dari 50 mm per dasarian meliputi Sumatera bagian tengah hingga selatan, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua. Tidak ada wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi dengan klasifikasi awas pada dasarian ini.

Sementara itu wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada klasifikasi awas di antaranya kabupaten atau kota di Provinsi Bali, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Sumatera Selatan, serta Jawa Timur. (*)

Tombol Google News

Tags:

kemarau panjang Bmkg Mengimbau Dampak Kekeringan Kekeringan