Akui Keunggulan Acosta, Jorge Martin Tetap Rebut Puncak Klasemen Pulang dari GP Austria

21 September 2026 14:05 21 Sep 2026 14:05

Ika Setya Y., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Akui Keunggulan Acosta, Jorge Martin Tetap Rebut Puncak Klasemen Pulang dari GP Austria

Jorge Martin rayakan podium 2 di balapan GP Austria, Minggu, 20 September 2026 (Foto: Aprilia racing team)

KETIK, JAKARTA – Jorge Martin Takluk dari Acosta, Tapi Pulang dari Austria dengan Keunggulan 12 Poin. 

Juara Dunia MotoGP 2024 ini memang gagal mengulangi kemenangan Sprint ketika turun di balapan utama Grand Prix Austria 2026. Namun, rider Aprilia itu tetap meninggalkan Red Bull Ring dengan sesuatu yang jauh lebih penting: kembali memimpin klasemen MotoGP dengan keunggulan 12 poin.

Martin finis kedua dalam balapan 28 lap pada Minggu (20/9/2026), di belakang Pedro Acosta yang akhirnya meraih kemenangan MotoGP pertamanya. Marco Bezzecchi melengkapi podium di posisi ketiga.

Hasil tersebut membuat Martin mengoleksi 306 poin, sementara Marc Marquez yang hanya finis kelima tertahan di 294 poin.

Namun, podium kedua ini bukan hasil yang datang dengan mudah.

Martin Sempat Memimpin

Martin memulai balapan dari pole position setelah mengalahkan Marc Marquez hanya dengan selisih 0,015 detik pada kualifikasi. Start tersebut menjadi pole ketiganya musim ini dan memberinya posisi ideal untuk kembali menyerang setelah memenangkan Sprint sehari sebelumnya.

Ia menjalani awal balapan dengan cukup baik dan sempat bertarung dengan rekan setimnya, Bezzecchi, sebelum kembali mengambil posisi terdepan. Namun Pedro Acosta perlahan mulai mendekat.

Pada lap kesembilan, Acosta akhirnya melakukan manuver untuk mengambil alih pimpinan.

Sejak saat itu, Martin memilih pendekatan yang lebih konservatif. Ia menyadari bahwa balapan masih panjang dan degradasi ban akan menjadi faktor penting. Martin berusaha menjaga ban dan bahan bakar agar memiliki kesempatan menyerang kembali pada fase akhir.

Acosta Terlalu Kuat

Martin masih mampu menjaga jarak dengan Acosta pada beberapa lap berikutnya. Bahkan ketika keunggulan Acosta sempat turun hingga sekitar tujuh persepuluh detik, peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka.

Tetapi Acosta kemudian kembali menemukan ritmenya. Dua lap sebelum finis, keunggulan rider KTM tersebut sudah mencapai sekitar 1,4 detik. Martin juga mulai mendapat tekanan dari Bezzecchi yang semakin dekat di belakang.

Pada lap terakhir, Martin hanya unggul sekitar dua persepuluh detik dari Bezzecchi. Ia akhirnya memilih untuk tidak mengambil risiko berlebihan.

Acosta melintasi garis finis sebagai pemenang, Martin kedua, dan Bezzecchi ketiga. Jarak Martin dengan Acosta di finis sedikit lebih dari satu detik.

Hari Ini Acosta Tidak Terbendung

Setelah balapan, Martin tidak berusaha mengecilkan keunggulan Acosta.

Menurutnya, rider KTM tersebut memang tampil terlalu kuat untuk dikalahkan.

“Hari ini Acosta tidak terbendung. Dia benar-benar menjalani balapan yang sempurna.”

Dilansir dari GPOne, Martin mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sudah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki. Ia memilih mengelola ban dan bahan bakar setelah Acosta melewatinya, dengan harapan bisa kembali menyerang pada akhir balapan.

Martin juga memberikan apresiasi khusus kepada rivalnya. Menurutnya, Acosta bukan hanya bertarung untuk kemenangan, tetapi seperti sedang mengejar sesuatu yang lebih besar setelah kegagalan di Sprint.

“Dia seperti bertarung untuk sesuatu yang lebih dari sekadar kemenangan.”

Dan kali ini, Acosta memang tidak melakukan kesalahan.

Dari Keraguan Menjadi Pemimpin Klasemen

Yang membuat akhir pekan Austria terasa semakin positif bagi Martin adalah kondisi fisiknya.

Setelah mengalami persoalan pada lengannya di Misano, Martin datang ke Austria dengan pertanyaan besar mengenai apakah dirinya membutuhkan operasi.

Namun setelah menjalani seluruh rangkaian akhir pekan tanpa masalah berarti, Martin akhirnya yakin bisa menghindari operasi tersebut.

"Saya datang ke sini dengan banyak pertanyaan mengenai kondisi saya, tetapi pada akhirnya semuanya berjalan baik. Saya bisa menghindari operasi dan itu penting.”

Martin mengaku sejak Jumat sudah merasa jauh lebih nyaman dibandingkan Misano. Perawatan yang dijalaninya juga memberikan hasil positif.

Bagi Martin, kabar tersebut bahkan terasa sama pentingnya dengan hasil balapan. Sebab, ia kini akan memasuki rangkaian seri Asia-Pasifik dalam kondisi yang jauh lebih meyakinkan.

Kembali ke Puncak

Austria menjadi akhir pekan yang sangat penting dalam perebutan gelar 2026.

Martin memulai akhir pekan dengan kondisi klasemen yang sangat ketat. Ia kemudian meraih pole, memenangkan Sprint, dan finis kedua dalam balapan utama.

Total 32 poin berhasil dikumpulkannya sepanjang akhir pekan. Sebaliknya, Marc Marquez hanya mendapatkan 15 poin dari posisi kedua di Sprint dan P5 pada race utama.

Hasilnya, Martin yang sebelumnya tertinggal dari Marc kini kembali berada di puncak dengan selisih 12 poin.

Namun Martin sendiri tidak menganggap situasi tersebut sebagai perubahan besar.

“Tidak ada yang berubah. Keunggulan di kejuaraan datang dan pergi.”

Menurutnya, persaingan masih sangat terbuka. Bahkan ia memperkirakan Acosta bisa ikut masuk dalam pertarungan gelar jika mampu mempertahankan performa seperti di Austria.

Dan itulah gambaran Jorge Martin setelah Austria. Ia memang kehilangan kemenangan dari tangan Pedro Acosta, tetapi ia mendapatkan sesuatu yang lebih penting untuk perjalanan menuju akhir musim: Aprilia yang kompetitif, kondisi fisik yang lebih meyakinkan, dan kembali memimpin klasemen dunia.

Kini MotoGP menuju Jepang

Dan setelah akhir pekan sempurna di Austria, Martin akan memasuki fase Asia-Pasifik sebagai pembalap yang kembali berada di posisi teratas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jorge Martin MotoGP 2026 klasemen motogp