KETIK, JAKARTA – Suasana syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu 19 September 2026, memiliki momen yang cukup khidmat.
Presiden Prabowo Subianto yang menjadi tamu kehormatan, menerima sebuah Mushaf Al-Qur’an Gontor yang diserahkan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal.
Mushaf tersebut kemudian dicium Prabowo di hadapan para tamu yang hadir. Momen sederhana itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad Gontor sekaligus peluncuran karya Al-Qur’an yang dikerjakan oleh ustaz dan santri pesantren tersebut.
Di balik mushaf yang diserahkan kepada Presiden itu, terdapat proses panjang yang dimulai sejak 2023. Penulisan Mushaf Al-Qur’an Gontor dikerjakan oleh ustaz dan santri Gontor selama hampir tiga tahun.
Proses tersebut tidak berhenti pada penulisan. Mushaf juga melalui tahapan tashih sebelum akhirnya dicetak di fasilitas penerbitan milik Gontor.
Kehadiran mushaf ini menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan panjang Gontor yang pada tahun ini memasuki usia 100 tahun. Karya tersebut sekaligus menunjukkan upaya pesantren dalam menghasilkan karya yang tidak hanya menjadi bagian dari tradisi pendidikan, tetapi juga dapat diwariskan kepada masyarakat.
Pada cetakan perdananya, Mushaf Al-Qur’an Gontor dicetak sebanyak 2.000 eksemplar. Penyerahan satu eksemplar kepada Prabowo dalam momentum syukuran seabad Gontor pun menjadi bagian dari perjalanan baru mushaf tersebut.
Setelah melewati proses panjang sejak 2023, karya para ustaz dan santri Gontor itu kini diperkenalkan kepada publik bertepatan dengan peringatan 100 tahun pesantren. (*)
