Wacana Pengobatan TBC Satu Bulan, Pakar Medis Jelaskan Perbedaan TBC Aktif dan Laten

29 Oktober 2026 05:00 29 Okt 2026 05:00

Thumbnail Wacana Pengobatan TBC Satu Bulan, Pakar Medis Jelaskan Perbedaan TBC Aktif dan Laten

Ilustrasi TBC. (Magnific)

KETIK, JAKARTA – Wacana mempersingkat pengobatan tuberkulosis (TBC) menjadi satu bulan perlu memperhatikan perbedaan antara TBC aktif dan infeksi TBC laten. Keduanya merupakan kondisi klinis yang berbeda sehingga tidak bisa ditangani menggunakan pendekatan terapi yang sama.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr dr Desdiani, SpP, MKK, MSc (MBioEt), menjelaskan bahwa sejumlah regimen terapi pencegahan untuk infeksi TBC laten memang dapat berlangsung selama satu bulan. Namun, durasi tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk pengobatan TBC aktif.

“Beberapa regimen pencegahan untuk TBC laten memang berlangsung satu bulan, tetapi tidak dapat dijadikan dasar bahwa TBC aktif sembuh dalam durasi sama,” imbuhnya, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Desdiani menegaskan bahwa terapi pencegahan TBC laten dan pengobatan TBC aktif memiliki tujuan serta penerapan klinis berbeda. Karena itu, keberadaan regimen pencegahan berdurasi singkat tidak membuktikan bahwa pasien TBC paru aktif dapat sembuh dengan pengobatan selama satu bulan.

“Jadi pengobatan 1 bulan, hanya untuk TBC Laten, bukan TBC aktif,” tandasnya.

Ia menambahkan, pemangkasan durasi pengobatan harus didukung bukti klinis yang kuat. Dokter juga perlu mempertimbangkan jenis penyakit, kondisi pasien, dan efektivitas regimen sebelum menentukan terapi yang sesuai.

“Pengobatan yang lebih singkat bukan selalu merupakan pilihan yang lebih buruk, tetapi penerapannya harus memiliki dasar penelitian yang kuat,” ujarnya.
Terapi singkat harus berdasarkan bukti klinis

Menurut Desdiani, durasi pengobatan tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan keinginan untuk mempercepat kesembuhan pasien. Penelitian perlu membuktikan bahwa regimen yang lebih singkat tetap memberikan hasil yang memadai pada kelompok pasien yang memenuhi kriteria.

Pengobatan standar untuk kasus baru TBC paru aktif yang sensitif terhadap obat umumnya berlangsung enam bulan. Meski demikian, penelitian telah menunjukkan bahwa regimen tertentu dapat mempersingkat durasi menjadi empat bulan bagi pasien yang memenuhi persyaratan klinis.

Temuan tersebut tidak berarti semua pasien dapat menggunakan terapi berdurasi empat bulan, apalagi satu bulan. Pemilihan regimen tetap harus mengikuti bukti penelitian dan rekomendasi klinis yang berlaku.

Desdiani juga mengingatkan bahwa penghentian terapi terlalu cepat atau penggunaan regimen yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko kegagalan pengobatan, kekambuhan, dan resistensi obat. Karena itu, pasien tidak boleh mengurangi atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Percepatan pengobatan TBC juga perlu dibarengi perbaikan layanan, mulai dari diagnosis dini hingga pendampingan pasien agar menuntaskan terapi. Sementara itu, penelitian mengenai regimen empat bulan memberikan gambaran bahwa pemangkasan durasi memang mungkin dilakukan dalam kondisi tertentu, tetapi tidak berlaku secara seragam untuk semua pasien. (*)

Tombol Google News

Tags:

TBC Tuberkulosis Tbc Aktif Tbc Laten Pengobatan TBC IPB University kesehatan