KETIK, JAKARTA – Berawal dari sebuah kantor kecil dengan satu karyawan, Aggre Capital kini tumbuh menjadi perusahaan dengan ratusan karyawan dan total penyaluran pembiayaan tepat sasaran bagi pelaku bisnis khususnya UMKM di Indonesia.
Di usia empat tahun, Aggre Capital telah tumbuh menjadi perusahaan dengan jaringan kantor cabang di sejumlah kota strategis, termasuk Bandung, Bali, dan Surabaya.
Hingga Kuartal III 2026, total pembiayaan yang disalurkan Aggre Capital telah membantu menggeliatkan ekonomi UMKM.
Rian Hidayat, Founder & CEO Aggre Capital menyebut setiap usaha punya cerita tentang bagaimana semuanya dimulai. Begitu pula dengan Aggre Capital.
Empat tahun lalu, perusahaan ini memulai perjalanannya dari sebuah kantor kecil dengan satu orang karyawan dan keyakinan bahwa akses pembiayaan bisa membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang.
“Empat tahun lalu, kami memulai semuanya dari kantor kecil dengan satu orang karyawan. Banyak hal yang kami pelajari dan lalui untuk bisa sampai di titik ini. Kami bersyukur Aggre Capital terus bertumbuh, tetapi kami juga sadar masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan agar bisnisnya bisa berkembang. Itu yang ingin terus kami upayakan ke depan,” ujar Rian.
Rian melanjutkan, pertumbuhan perusahaan bukan hanya tentang membesarnya bisnis, tetapi juga tentang seberapa jauh perusahaan bisa memberi manfaat bagi orang-orang yang dilayaninya.
Di balik angka tersebut, ada kebutuhan usaha yang beragam untuk dijawab. Bagi pelaku UMKM, tambahan modal bukan sekadar angka di atas kertas. Ada stok barang yang perlu ditambah, peralatan usaha yang perlu diperbarui, hingga peluang bisnis yang ingin diambil sebelum terlewat. Namun, tidak semua pelaku usaha bisa dengan mudah mendapatkan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Di sisi lain, proses penilaian kelayakan pembiayaan membutuhkan informasi yang memadai agar lembaga keuangan dapat memahami profil dan kemampuan calon debitur secara lebih menyeluruh.
Didukung Teknologi Berbasis AI
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Aggre Capital mengembangkan TrustEngine, teknologi proprietary berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendukung proses analisis, verifikasi, dan penilaian informasi calon debitur.
Teknologi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun infrastruktur penilaian yang dapat membantu menghubungkan kebutuhan pendanaan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan institusional.
Aggre Capital berupaya membangun ekosistem yang lebih luas melalui pengembangan layanan, kemitraan, dan pemanfaatan teknologi. Tujuannya sederhana: membantu mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan solusi yang relevan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.(*)
