Tiga Hari Halmahera Selatan di AOE 2026: Bawa Pala, Buka Investasi, Pulang Juara

30 Agustus 2026 09:42 30 Agt 2026 09:42

Thumbnail Tiga Hari Halmahera Selatan di AOE 2026: Bawa Pala, Buka Investasi, Pulang Juara

Kepala DPM-PTSP sekaligus Koordinator tim Apkasi Halmahera Selatan Nasir J Koda bersama jajaran Berpose bersama usai raih Juara I Best Trade Promotion (Foto: Nurkholis For Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Halmahera Selatan datang ke APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 dengan membawa wajah ekonomi kepulauan. Pala, kenari, Kopi Liberika Bacan hingga potensi kelautan diperkenalkan di ruang pameran. Dari sana, agenda bergerak ke pembicaraan investasi, kerja sama perdagangan, dan berakhir dengan raihan Juara I Best Trade Promotion.

AOE 2026 berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3–3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Selama tiga hari, ajang tersebut mempertemukan pemerintah kabupaten dengan pelaku usaha, investor, mitra perdagangan dan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah.

Halmahera Selatan hadir sejak pembukaan pada Kamis 27 agustus 2026. Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muksin mengikuti agenda tersebut didampingi Sekretaris Daerah Abdillah Kamarullah serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Di tengah deretan stan pemerintah kabupaten, Halmahera Selatan memilih agromaritim sebagai identitas utama. Pala ditempatkan sebagai ikon booth untuk memperkenalkan salah satu komoditas yang sejak lama melekat dengan kekayaan perkebunan daerah.

Koordinator Tim APKASI Halmahera Selatan yang juga Kepala DPMPTSP, Nasir J. Koda, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk menggambarkan kekuatan ekonomi Halsel yang bertumpu pada potensi daratan sekaligus laut.

“Tema yang kami usung tahun ini adalah agromaritim. Karena itu, pala menjadi ikon. Kami mencoba membangun stan dengan buah pala sebagai ikon utama,” kata Nasir.

Panggung promosi itu tidak hanya diisi pala. Kanari dan Kopi Liberika Bacan ikut diperkenalkan kepada pengunjung. Produk-produk lokal tersebut menjadi bagian dari komoditas yang dibawa Halmahera Selatan untuk memperluas pengenalan pasar di luar daerah.

Sehari setelah pembukaan, arah agenda mulai bergeser. Jumat 28 Agustus 2026, Pemkab Halmahera Selatan masuk ke forum Business & Partnership Matching, membawa pembicaraan dari produk unggulan menuju kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Wakil Bupati Helmi Umar Muksin bersama sejumlah pimpinan OPD bertemu Wakil Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Bidang Organisasi dan Regulasi, Ariyanto Purboyo.

Pertemuan itu membahas peluang pengembangan infrastruktur dan investasi kepelabuhanan. Pelabuhan Babang dan Pelabuhan Kupal menjadi bagian dari titik yang diperbincangkan dalam konteks konektivitas dan distribusi barang di wilayah kepulauan Halmahera Selatan.

Bagi Pemkab Halsel, forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan peluang kemitraan di luar kemampuan anggaran pemerintah.

“Kita ingin keikutsertaan dalam expo ini tidak berhenti pada promosi potensi daerah, tetapi juga membuka akses investasi dan kemitraan,” ujar Nasir.

Agenda kemudian berlanjut ke perdagangan antardaerah. Pada Sabtu 29 Agustus 2026, Pemkab Halmahera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perdagangan.

Kesepakatan itu mempertemukan dua karakter ekonomi yang berbeda. Sidrap memiliki basis pangan seperti beras, telur dan ayam pedaging, sementara Halmahera Selatan membawa kekuatan pada sektor kelautan dan perikanan.

Wakil Bupati Helmi Umar Muksin menyebut penandatanganan tersebut sebagai langkah awal dalam membangun hubungan perdagangan yang lebih terarah antara kedua daerah.

“Kerja sama ini akhirnya kita tanda tangani. Ini merupakan langkah awal bagi Halsel dan Sidrap untuk membangun hubungan perdagangan yang lebih kuat,” kata Helmi.

Tiga hari perjalanan Halmahera Selatan di AOE 2026 kemudian ditutup dengan capaian tertinggi. Kabupaten tersebut dinobatkan sebagai Juara I Best Trade Promotion, setelah pada penyelenggaraan sebelumnya berada di posisi ketiga.

Penghargaan diterima Koordinator Tim APKASI Halmahera Selatan, Nasir J. Koda, pada malam penutupan. Capaian itu sekaligus menandai keikutsertaan kelima Halmahera Selatan secara berturut-turut dalam ajang APKASI Otonomi Expo.

Selama AOE 2026 berlangsung, Pemkab Halmahera Selatan tercatat mengikuti agenda promosi komoditas unggulan, forum investasi kepelabuhanan bersama ABUPI, serta penandatanganan kerja sama perdagangan dengan Kabupaten Sidrap. Seluruh rangkaian tersebut berlangsung hingga penutupan kegiatan pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Tombol Google News

Tags:

Apkasi Otonomi Expo 2026 Halsel Juara Juara I Best Trade Promotion Halmahera Selatan Maluku Utara