Keluarga Bakrie Kembali Beri Penghargaan di Ajang PAB XXII 2026, Ini Kata Pamor Wicaksono

27 Agustus 2026 13:46 27 Agt 2026 13:46

Makroni, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Keluarga Bakrie Kembali Beri Penghargaan di Ajang PAB XXII 2026, Ini Kata Pamor Wicaksono

Pamor Wicaksono berbincang bersama tokoh tokoh nasional para elit Golkar pada malam penqanugerahan PAB XXI I 2026 di Jakarta (Foto: dok. Pamor Wicaksono for ketik.com)

KETIK, BREBES – Ajang bergengsi Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XXII 2026 resmi digelar dengan khidmat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu 27 Agustus 2026.

Acara yang diinisiasi Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Aburizal Bakrie ini kembali menjadi ruang apresiasi bagi anak bangsa berprestasi di berbagai bidang.

Hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus pusat dan tokoh senior Partai Golkar. Salah satu tokoh muda Golkar, Pamor Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Keluarga Bakrie dalam merawat tradisi penghargaan terhadap prestasi dan pengabdian.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen luar biasa dari Bapak Aburizal Bakrie. Acara ini bukan sekadar seremonial tahunan. Penghargaan seperti ini menjadi pemantik motivasi krusial bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya,” ujar Pamor saat dihubungi Ketik.com.

Menurut Pamor, PAB memiliki arti penting karena tidak hanya memberi apresiasi kepada individu, tetapi juga menghidupkan tradisi menghormati ilmu pengetahuan, pemikiran, kesehatan, seni, dan kebudayaan sebagai kekuatan bangsa.

“Acara ini memberikan ruang bagi mereka yang selama ini bekerja dalam kesunyian demi kemajuan masyarakat. Golkar akan selalu mendukung penuh setiap inisiatif yang mendorong penguatan kualitas SDM dan kreativitas di Indonesia,” katanya.

Mengusung tema "Aksi Nyata Untuk Indonesia", PAB XXII 2026 menetapkan empat tokoh lintas bidang sebagai penerima penghargaan berdasarkan penilaian dewan juri independen.

Keempat penerima itu yakni Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo untuk bidang Sains dan Teknologi; Prof. drg. Ika Dewi Ana untuk bidang Kesehatan, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir untuk bidang Pemikiran Sosial, serta Butet Kartaredjasa untuk bidang Seni dan Budaya.

Pamor menilai keberagaman bidang para penerima menjadi gambaran bahwa kontribusi untuk Indonesia bisa hadir melalui banyak jalan.

“Ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, pemikiran sosial, hingga seni dan budaya memiliki peran sama penting dalam membentuk peradaban bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Keluarga Bakrie bersama Freedom Institute dan VIVA Group yang konsisten menyelenggarakan PAB sejak 2003. Bagi Pamor, konsistensi itu menjadi modal penting membangun ekosistem yang mendorong masyarakat terus berkarya.

“Di tengah zaman yang serba cepat, kita butuh ruang yang mengajarkan bahwa karya dan pengabdian punya nilai jauh melampaui popularitas sesaat. PAB menjaga pesan itu tetap hidup,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pamor menyampaikan doa bagi keluarga besar Bakrie. Ia berharap generasi penerus Achmad Bakrie diberi kesehatan dan kekuatan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.

“Saya mendoakan agar seluruh generasi penerus Achmad Bakrie senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesentosaan. Semoga estafet kepemimpinan dapat terus dilanjutkan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

PAB merupakan bentuk apresiasi Keluarga Bakrie melalui Bakrie Untuk Negeri bekerja sama dengan Freedom Institute dan VIVA Group. Sejak pertama kali digelar pada 2003, proses penjurian PAB dilakukan secara independen.(*)

Tombol Google News

Tags:

Penghargaan Achmad Bakrie Pab 2026 Aburizal Bakrie Pamor Wicaksono Haedar Nashir Butet Kartaredjasa Anak Bangsa