KETIK, BREBES – Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Brebes menjadi perhatian serius fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas Jagalempeni yang membawahi 7 desa kini tak hanya fokus pada penyakit fisik, tapi juga sebagai garda depan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Puskesmas Jagalempeni dr. Suparto Hary Wibowo mengatakan, KDRT seperti fenomena gunung es. Banyak korban memilih bungkam karena stigma sosial dan akses perlindungan yang jauh.
"Di sinilah Puskesmas hadir turun ke masyarakat mulai dari deteksi dini, pencegahan dan penanganan medis darurat. Ada empat peran strategis yang kami lakukan," kata Suparto kepada ketik.com, Kamis, 14 Oktober 2026.
Peran itu salah satunya mendata pasien dengan gangguan kejiwaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan nakes door-to-door untuk kelompok risiko tinggi kekerasan maupun kematian ibu hamil.
"Salah satunya mendata pasien dengan gangguan kejiwaan melalui CKG. Kami juga door-to-door ke masyarakat yang berpotensi mengalami risiko tinggi, baik risiko kekerasan maupun risiko kematian ibu hamil," ujarnya.
Kepala TU Puskesmas Jagalempeni Muslimin menambahkan, saat ini pihaknya masih tahap pendataan dan analisis.
"Saat ini kami masih dalam tahap pendataan dan analisis. Butuh waktu beberapa hari untuk mengidentifikasi langkah penanganan. Jika ditemukan warga dengan risiko yang mengarah pada kekerasan, kami akan analisis lebih lanjut dan kerja sama lintas sektoral, termasuk dengan pemerintah desa dan aparat penegak hukum," kata Muslimin.
Ia menceritakan, awal kunjungan rumah warga sempat mengira petugas dari Dinas Sosial. Seiring waktu, warga memahami bahwa kegiatan ini merupakan program Kementerian Kesehatan dan program Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
"Selain itu Puskesmas Jagalempeni juga jalankan program nakes door-to-door dan program Bupati, sehingga masyarakat mulai terbuka dan menghargai," tegasnya.
Dengan optimalisasi peran Puskesmas di tingkat desa, korban KDRT diharapkan tidak merasa sendiri. Penguatan kapasitas nakes menjadi kunci agar penanganan kasus kekerasan di pedesaan dapat dilakukan cepat, tepat, dan rahasia. (*)
Bukan Cuma Obati Penyakit, Puskesmas Jagalempeni di Brebes Kini Bergerak Cegah KDRT
Puskesmas Jagalempeni di jalan Ronggowarsito Pebatan- Jagalempeni (Foto; Makroni/ketik.com)
Tags:
KDRT Door to door CKG Puskesmas Jagalempemi Bupati Brebes BrebesBaca Juga:
Sudah 4 Bulan Krisis Air Bersih, Kejari Brebes dan ASLINMAS Kirim 50 Ribu Liter Air ke Warga Desa TarabanBaca Juga:
Polres Brebes Ungkap Kronologi Pembacokan di Randusanga Kulon, Berawal Saat Istri Pulang dari Desa TengkiBerita Lainnya oleh Makroni
15 Oktober 2026 21:50
Bukan Cuma Obati Penyakit, Puskesmas Jagalempeni di Brebes Kini Bergerak Cegah KDRT
14 Oktober 2026 21:24
Bupati Brebes Jenguk Korban Pembacokan di Randusanga Kulon, Pastikan Biaya Ditanggung Pemkab
14 Oktober 2026 16:25
Polres Brebes Ungkap Kronologi Pembacokan di Randusanga Kulon, Berawal Saat Istri Pulang dari Desa Tengki
14 Oktober 2026 07:51
KDRT Berdarah di Randusanga Kulon, Polisi Amankan Pelaku di Tegal
13 Oktober 2026 23:11
Baznas Jateng Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban Ambruknya Gedung Hogwan Brebes
