KETIK, BLITAR – Kemudahan mengakses layanan perbankan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Pacitan memperluas jaringan layanan transaksi dengan menghadirkan tiga unit mesin Cash Recycling Machine (CRM) baru di sejumlah titik strategis, Jumat 30 Oktober 2026.
Ketiga mesin tersebut telah mulai beroperasi sejak 1 September 2026. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi kepadatan antrean nasabah, terutama pada periode dengan aktivitas transaksi yang tinggi.
Branch Office Head BRI Cabang Pacitan, Setyo Eddy Moelyono, mengatakan penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan dan mendekatkan akses perbankan kepada masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan transaksi nasabah yang terus berkembang perlu diimbangi dengan ketersediaan sarana layanan yang memadai.
“Selama ini antrean di mesin CRM cukup panjang, terutama pada akhir bulan dan hari libur. Karena itu, kami menambah tiga titik layanan baru agar nasabah memiliki lebih banyak pilihan tempat bertransaksi. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman tanpa harus menunggu terlalu lama,” ujar Setyo Eddy Moelyono.
Tiga mesin CRM tambahan tersebut ditempatkan di lokasi luar kantor (off site), yakni Indomart Arjosari-Ponorogo, SPBU Nanggungan, serta PT PPIS.
Penentuan lokasi ini menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperluas jangkauan layanan, sehingga nasabah dapat melakukan transaksi di titik-titik yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, BRI Cabang Pacitan juga telah mengoperasikan tiga fasilitas ATM/CRM off site di Pasar Buah Arjowinangun, area PR Tunas Mandiri di kawasan Pancer Door, serta Polres Pacitan.
Tidak hanya menyediakan layanan tarik tunai dan transfer, mesin ATM/CRM tersebut juga dilengkapi berbagai fitur transaksi lainnya. Nasabah dapat melakukan setor tunai, pembayaran BPJS, pembayaran pajak, hingga pengisian saldo dompet digital atau e-wallet.
Dari sisi keamanan, fasilitas tersebut turut dilengkapi kamera pengawas CCTV dan alarm yang beroperasi selama 24 jam.
Setyo menegaskan, penambahan mesin harus diikuti dengan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala. Hal ini penting agar fasilitas yang disediakan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat ketika dibutuhkan.
“Kami juga memastikan ketersediaan uang tunai dan perawatan mesin dilakukan secara rutin. Dengan begitu, nasabah tidak hanya mendapatkan kemudahan akses, tetapi juga bisa mengandalkan fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari,” jelasnya.
Dengan beroperasinya tiga mesin baru tersebut, jaringan layanan transaksi BRI di wilayah Pacitan kini mencapai total 33 unit ATM dan CRM.
Jumlah itu terdiri atas 12 ATM onsite dan dua ATM off site, serta 15 CRM onsite dan empat CRM off site.
Perluasan jaringan ini diharapkan semakin memperkuat akses masyarakat terhadap layanan perbankan, sekaligus memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis tanpa harus selalu datang ke kantor cabang maupun unit kerja BRI.
Bagi BRI, peningkatan fasilitas layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan perbankan yang semakin dekat, mudah diakses, dan mampu mengikuti kebutuhan transaksi masyarakat yang terus berkembang.
