KETIK, PALEMBANG – ​Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di wilayah Kota Palembang disikapi serius oleh pemerintah setempat. Posko siaga darurat penanganan karhutla di Kecamatan Gandus kini disiagakan selama 24 jam penuh untuk membantu dan melayani masyarakat yang terdampak.

​Langkah ini diambil guna mengantisipasi meningkatnya risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh penebalan kabut asap di sekitar permukiman warga.

​Petugas medis yang bertugas di lokasi, dr. H. Pemi Welrado, M.Kes., menyampaikan bahwa seluruh tim gabungan telah siap sedia memberikan pelayanan kesehatan kapan saja dibutuhkan masyarakat.

​"Kita siaga 24 jam pastinya, tim medis kita juga siap sedia untuk melayani masyarakat," ujar dr. Pemi saat dibincangi di Posko Rabu, 7 Oktober 2026.

​Melihat kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap tebal, dr. Pemi juga mengimbau warga Palembang agar senantiasa menjaga kondisi tubuh dan menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga:
‎Delapan Terdakwa Korupsi BRI Masih Bebas, Pengamat: Jangan Berdasarkan Selera

​"Sebaiknya pakai masker kalau di luar rumah karena kondisi kabut asap yang tebal. Apabila ada gejala gangguan kesehatan akibat kabut asap, bisa langsung datang ke posko," imbaunya.

​Posko siaga darurat 24 jam ini yang merupakan bentuk sinergi lintas sektor. Tim gabungan yang diturunkan melibatkan personel dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, Puskesmas Pakjo, Puskesmas Gandus, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Gandus, serta jajaran instansi terkait lainnya.

Untuk diketahui, posko serupa tersebar di 18 Kecamatan dan 6 Puskesmas 24 Jam rawat inap antara lain Puskesmas Sukarami, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Basuki Rahmat, Puskesmas Sematang Borang, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Pembina(*)

Baca Juga:
Mahasiswa dari 15 Kampus Kepung Pemprov Sumsel, Tuntut Penanganan Karhutla Maksimal