KETIK, BATU – Menghadapi peralihan musim kemarau ke musim penghujan, Polres Batu bersama jajaran Forkopimda dan berbagai unsur terkait menyiagakan 350 personel untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di Kota Batu.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapan Personel dan Pengecekan Peralatan SAR Tanggap Bencana di Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, pada Rabu, 4 November 2026.
Kapolres Batu, AKBP Panji Gedhe Prabawa, mengatakan pergantian musim berpotensi meningkatkan risiko bencana alam, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Karena itu, kesiapan personel serta peralatan penanggulangan bencana menjadi hal penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
"Saat ini kita mengalami transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Transisi ini membawa ancaman nyata bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lain sebagainya," ujarnya.
Baca Juga:
Pemkot Batu dan Perhutani Siapkan Pemulihan Kawasan Bekas Karhutla Panderman dan Arjuno-WelirangIa menjelaskan, pengamanan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melibatkan berbagai instansi, mulai dari unsur Forkopimda, relawan, Basarnas, BPBD, Tagana, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim, Koramil, hingga Perhutani.
Secara keseluruhan, terdapat 350 personel yang disiagakan dalam apel tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring keterlibatan relawan dan unsur lainnya dalam upaya penanggulangan bencana.
"Dari bentuk geografis Kota Batu sendiri yang berada di pegunungan dan daerah lereng, potensi terbesar yang harus diwaspadai adalah banjir, longsor, dan angin puting beliung," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi inisiatif Polres Batu dalam menggelar apel kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, penanganan potensi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen melalui sinergi hexahelix.
Baca Juga:
Berlanjut di Kecamatan Bumiaji, Pemkot Batu dan Ishk Tolaram Siapkan Operasi Katarak GratisIa menyebut, koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak Arhanud untuk menyiapkan tambahan kekuatan personel yang nantinya dapat diintegrasikan dengan tim gabungan yang mengikuti apel kesiapsiagaan tersebut.
"Bahkan, kemarin saya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Arhanud untuk menyiapkan pasukan. Hari ini mereka sudah siap dengan kekuatan yang dimiliki dan nantinya akan diintegrasikan dengan tim yang kita apel siagakan," ungkap Cak Nur, sapaanya.
Lebih lanjut, Pemkot Batu bersama instansi terkait telah memetakan sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami bencana. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian mendesak adalah kawasan Petak 18, menyusul adanya pemanfaatan lahan secara berlebihan.
Namun, langkah penanganan awal telah dilakukan oleh Administratur Perhutani Malang bersama unsur TNI, Polri, masyarakat, dan pihak Perhutani melalui mitigasi langsung di lokasi tersebut.
Selain itu, antisipasi juga dilakukan di kawasan Kali Krecek. Cak Nur menyampaikan bahwa masyarakat telah menunjukkan antusiasme dengan mengambil inisiatif dalam upaya pencegahan bencana di wilayah tersebut.
Pemkot Batu juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Batu maupun BPBD Provinsi Jawa Timur. Salah satu langkah yang rutin dilakukan adalah mitigasi melalui kegiatan susur sungai di berbagai wilayah untuk mengantisipasi luapan air saat intensitas hujan meningkat.
"Kemarin sempat terjadi luberan air ke jalan raya. Maka dari itu, kita pastikan keterlibatan masyarakat terus ditingkatkan, termasuk untuk memberikan informasi terbaru mengenai kondisi yang terjadi di lapangan," pungkasnya.(*)