KETIK, KEDIRI – Kontingen Taekwondo Kabupaten Kediri menorehkan hasil gemilang dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Antar Pelajar Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Sebanyak 53 atlet yang dikirim berhasil mengoleksi 44 medali dalam ajang yang berlangsung di Kenjeran Park, Surabaya, pada 27-30 Agustus 2026.
Dari total 44 medali tersebut, kontingen Kabupaten Kediri menyumbangkan 11 medali emas, 13 medali perak dan 20 medali perunggu. Raihan ini menjadi salah satu modal penting dalam pembinaan atlet taekwondo, khususnya untuk menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
Ketua Pengkab Taekwondo Kabupaten Kediri, Yulianto Nugroho mengatakan, hasil tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam proses pembinaan atlet di Kabupaten Kediri.
Meski demikian, Yulianto mengakui capaian 11 medali emas itu masih belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Karena itu, evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan, terutama terhadap atlet yang diproyeksikan untuk memperkuat Kabupaten Kediri pada Porprov Jawa Timur 2027.
"Sebetulnya belum (capai target-red) kalau dari kami, kami harus tetap masih berusaha juga," kata Yulianto saat dikonfirmasi, Selasa 15 September 2026.
Baca Juga:
KONI Kediri Dorong KSAC Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda, 550 Pelajar Unjuk KemampuanMenurutnya, dari 53 atlet yang diberangkatkan, masih ada beberapa atlet yang belum mampu meraih medali. Namun, hasil tersebut tidak serta-merta dianggap sebagai kegagalan dalam pembinaan.
Sebaliknya, pertandingan di Surabaya menjadi pengalaman penting untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah mental bertanding para atlet. Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah di Jawa Timur dinilai akan menjadi bekal berharga untuk kompetisi berikutnya.
Menariknya, sejumlah atlet Kabupaten Kediri yang turun di kelas prestasi mendapat perhatian dari Pengprov Taekwondo Jawa Timur. Bahkan, ada atlet yang dinilai memiliki potensi untuk masuk dalam proyeksi pembinaan tingkat provinsi.
"Kemarin bahkan kami juga sempat ditawari untuk anak-anak itu dilatih di Puslatda Jawa Timur," ujar Yulianto.
Baca Juga:
KONI Kabupaten Kediri Bidik Bibit Atlet dari Sekolah, Siapkan Strategi Tembus Lima Besar Porprov 2027Peluang tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan taekwondo di Kabupaten Kediri. Atlet yang dinilai potensial akan terus dipantau dan diarahkan melalui program latihan yang lebih terukur agar kemampuan mereka semakin berkembang.
Pada Kejurprov kali ini, medali emas kelas prestasi Kabupaten Kediri dipersembahkan Clarita Stevani Karina Putri dari nomor senior F-46.
Sementara itu, 10 emas lainnya diraih atlet kelas semi prestasi. Mereka adalah Amira Wahyu Kartita, Vannesa Zahratun Naura, Badra Tara Prayoga, Bintang Navia Harin Putri, Abimanyu Yeksa, Dzakira Aftani, Jameela Bano Anwar Syah, Adskhan Gibran Raqilla Firaz, Shariifa Jihan Amira dan Adeliano Rafif Santoso.
Selain 11 medali emas, para atlet juga menunjukkan konsistensi dengan meraih 13 medali perak dan 20 medali perunggu dari berbagai kelas pertandingan.
Yulianto menyebut salah satu faktor yang mendukung capaian tersebut adalah persiapan yang dilakukan sebelum kejuaraan. Menurutnya, program latihan para atlet sudah berjalan cukup baik, meski masih perlu ditingkatkan melalui tambahan jam terbang dan pengasahan potensi.
"Kalau dari segi persiapan, kami rasa sudah cukup. Tinggal mengasah potensi dari jam terbangnya anak-anak juga," jelasnya.
Program latihan tersebut juga telah dikomunikasikan dengan jajaran Pengprov Taekwondo Jawa Timur. Langkah ini dilakukan agar pola pembinaan atlet Kabupaten Kediri dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan untuk bersaing di level provinsi hingga nasional.
Yulianto juga menyoroti tantangan yang harus dihadapi atlet, terutama mereka yang turun di kelas prestasi. Untuk mencapai babak akhir, seorang atlet bisa menjalani lima hingga enam pertandingan dalam satu kejuaraan.
Kondisi tersebut membuat atlet harus mampu menjaga stamina sekaligus konsentrasi sepanjang pertandingan. Selain itu, perbedaan kondisi cuaca antara Kediri dan Surabaya juga membutuhkan proses adaptasi tersendiri bagi para atlet.
"Misalkan menang, kemudian harus penyisihan lagi dua kali, tiga kali, empat kali. Dari situ staminanya juga harus dijaga. Apalagi kondisi di sini sama di Surabaya kan beda, cuacanya panas, perlu penyesuaian," tuturnya.
Usai Kejurprov, pembinaan atlet Taekwondo Kabupaten Kediri akan terus berlanjut. Para atlet terlebih dahulu diarahkan untuk mengikuti agenda Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), sebelum selanjutnya dipersiapkan lebih intensif menuju Porprov Jawa Timur 2027.
Atlet-atlet potensial juga akan mendapat kesempatan berlatih bersama atlet senior yang berada di Puslatda Jawa Timur. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus memperkenalkan standar latihan yang harus dijalani untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
"Jadi apa yang kurang nanti bisa kita maksimalkan, tambahkan untuk materi-materi latihan," kata Yulianto.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata mengapresiasi capaian kontingen taekwondo dalam Kejurprov Antar Pelajar Piala Gubernur Jawa Timur 2026.
Menurut Hakim, raihan 44 medali menunjukkan besarnya potensi atlet pelajar Kabupaten Kediri. Hasil tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih.
"Alhamdulillah bangga, terus semangat dan ukir prestasi, nanti saat Porprov atau kejuaraan lain bisa mendapat hasil yang lebih baik lagi," ungkapnya. (*)