KETIK, SURABAYA – Kongres IV Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur akhirnya menetapkan M. Asruri Syam dari Accessina sebagai Koordinator SRPB Jatim periode 2026–2029. Asruri meraih 26 suara, unggul dari empat kandidat lainnya dalam pemilihan yang berlangsung sengit di Gedung Pertemuan Widya Kartika, Surabaya, Minggu,  13 September 2026.

Perolehan suara tersebut mengungguli kandidat lainya yaitu  Zainal Fatah (KTGD) di posisi kedua dengan 20 suara. Selanjutnya, Djumadi (Pasuruan Navigator) memperoleh 13 suara, Priyo M (IDERU) 8 suara, dan Andreas Eko (RESU) 5 suara. Total suara yang diberikan dalam pemilihan mencapai 72 suara.

Persaingan menuju kursi Koordinator SRPB Jatim berlangsung cukup ketat sejak tahap awal. Dari 15 bakal calon yang memiliki hak dipilih, proses penjaringan akhirnya menyusut menjadi lima kontestan. Mereka yang berhak maju sebagai kandidat adalah bakal calon yang memperoleh sedikitnya lima suara.

Untuk menjaga netralitas sekaligus memastikan tidak terjadi suara ganda, proses pemungutan suara dilakukan secara tertib. Masing-masing pemilik suara dipanggil satu per satu untuk memberikan hak pilihnya di bawah pimpinan Presidium Kongres IV, yakni Djumadi sebagai ketua, Asruri sebagai wakil ketua, dan Zamzami sebagai sekretaris.

5 Bakal Calon yang bersaing ketat setelah menandatangani kesediaan sebagai calon koordinator SRPB Jatim dari kiri Asruri, Djumadi, Andrias Eko, Zainal Fatah dan Priyo. (Foto : Sutejo Rc/ketik.com)

Baca Juga:
Kongres IV SRPB Jatim 2026 Teguhkan Kolaborasi, Perkuat Jejaring Relawan Hadapi Bencana

Sebelum memasuki agenda pemilihan koordinator, peserta kongres terlebih dahulu mengikuti sidang pleno penyampaian hasil pembahasan tiga komisi. Komisi A membahas perubahan statuta, Komisi B membahas program kerja dan anggaran, sedangkan Komisi C membahas tata cara serta persyaratan pemilihan Koordinator SRPB Jawa Timur.

Pembahasan ketiga komisi tersebut sebelumnya telah dilakukan secara intensif oleh peserta kongres. Hasilnya kemudian dibawa ke sidang pleno untuk mendapatkan persetujuan dan menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi SRPB Jatim selama periode kepengurusan berikutnya.

Sebelum pemungutan suara final, masing-masing kandidat juga diberi kesempatan menyampaikan visi dan misinya di hadapan peserta kongres. Dalam paparannya, Asruri mengusung visi “Terwujudnya SRPB Jawa Timur sebagai jejaring relawan penanggulangan bencana yang hidup, setara, kompeten, aman, inklusif, terkoordinasi, dan akuntabel dalam mendukung ketangguhan Jawa Timur.”

Visi tersebut diterjemahkan melalui tiga kata kunci utama, yakni HIDUP, SIAP, dan DIPERCAYA. Hidup dimaknai sebagai jejaring yang aktif, dekat dan bergerak; Siap dengan relawan yang kompeten, aman dan terkoordinasi; sedangkan Dipercaya berarti organisasi yang akuntabel, terbuka dan bermanfaat.

Baca Juga:
PT Makmur Berkah Abadi dan Accessina Dukung Penguatan Relawan melalui Kongres IV SRPB Jatim

Seusai terpilih M Asruri langsung dilantik oleh ketua Presidium Djumadi sebagai Koordinator SRPB Jatim periode 2026 - 2029. (Foto : Sutejo Rc/ketik.com)

Untuk mewujudkannya, Asruri menawarkan enam misi utama, yaitu mengaktifkan kembali jejaring dan kemitraan SRPB; memperkuat tata kelola yang transparan, partisipatif dan berkelanjutan; serta membangun kapasitas dan keselamatan relawan berbasis kompetensi dan risiko.

Misi berikutnya adalah memperkuat koordinasi respons dan pengelolaan informasi, mewujudkan kerelawanan yang inklusif dan bermakna, serta mengembangkan kemitraan strategis tanpa menghilangkan independensi SRPB. Gagasan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta sebelum akhirnya Asruri memperoleh dukungan terbanyak.

Usai hasil pemilihan ditetapkan, M. Asruri Syam langsung dilantik oleh Presidium Kongres IV SRPB Jatim sebagai Koordinator periode 2026–2029. Selanjutnya, Asruri bersama delapan anggota tim formatur lainnya mendapat mandat untuk menyusun kepengurusan SRPB Jawa Timur untuk tiga tahun ke depan.

Terpilihnya Asruri menandai babak baru perjalanan SRPB Jatim. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memenangkan kontestasi, melainkan menyatukan seluruh kekuatan relawan yang sebelumnya berada di belakang masing-masing kandidat menjadi satu jejaring yang solid, profesional, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penanggulangan bencana di Jawa Timur. (*)