KETIK, MALANG – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, turun langsung menyambangi warga Kampung Putih, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Minggu, 6 September 2026 malam. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menyerap aspirasi.

Selain Kombes Danang, kegiatan tersebut dihadiri Wakapolresta Malang Kota, AKBP Alex Sandy Siregar, Kapolsek Klojen, serta pengamat kepolisian, Bambang Rukminto.

Kombes Danang mengatakan bahwa situasi Kota Malang yang aman dan damai merupakan kondisi yang harus dipelihara bersama melalui kepedulian seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan lingkungan perlu dijaga dan dirawat bersama. Sehingga, masyarakat merasa nyaman dan anak-anak dapat beraktivitas dengan aman," jelasnya kepada Ketik.com, Senin, 7 September 2026.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi saat berdialog dengan warga Kampung pada Minggu, 6 September 2026 malam. (Foto: Polresta Malang Kota)

Baca Juga:
Wali Kota Malang Tegaskan Tak Ada Penghentian MBG, Sebut Masih Dibutuhkan

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan aktivitas anak, khususnya dalam penggunaan gadget atau smartphone dan media sosial.

"Ruang digital dapat memberikan pengaruh positif, tetapi di sisi lain juga berpotensi membawa paparan konten maupun paham yang negatif dan berbahaya. Aktivitas anak-anak harus diperhatikan dan diawasi, agar tidak menjadi korban maupun terjerumus menjadi pelaku," terangnya.

Dalam kegiatan itu, Kombes Danang menyerap berbagai aspirasi warga, di antaranya permintaan penambahan kuota layanan SIM Bhabinkamtibmas dan usulan terkait kemungkinan adanya masa tenggang bagi SIM yang masa berlakunya telah habis.

"Berbagai aspirasi dari warga ini, kami tampung dan menjadi bahan masukan bagi kami untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Baca Juga:
Viral Isu Penghentian MBG, DPRD Kota Malang Tegaskan Program Prabowo Tetap Berjalan

Selain memberikan edukasi mengenai layanan kepolisian Call Center 110, ia juga menerima informasi terkait sekelumit sejarah terbentuknya Kampung Putih yang berlokasi tepat di sebelah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) tersebut.

Danang menilai keberadaan Kampung Putih merupakan bagian dari identitas Kota Malang yang perlu dirawat dan dijaga bersama. Selain aspek kebersihan, keamanan lingkungan menjadi unsur penting agar kawasan tersebut tetap nyaman bagi wisatawan.

Bahkan, ia menyampaikan rencana lebih lanjut untuk menjaga kelestarian kekayaan budaya khas Kota Malang, yaitu mendokumentasikan bahasa walikan ke dalam bentuk buku atau kamus.

"Ini sangatlah penting untuk menjaga identitas budaya lokal agar tetap dikenal dan dapat diwariskan kepada generasi muda berikutnya. Sekaligus, memastikan penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan tersebut dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama-sama," pungkasnya.(*)