KETIK, BOJONEGORO – Ribuan jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Tasyakuran Haji yang berlangsung di Gedung DPRD Bojonegoro, Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen para jemaah untuk menjaga nilai kemabruran setelah kembali dari Tanah Suci.

Mengusung tema "Haji Mabrur, Merajut Kebersamaan, Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan", acara berlangsung khidmat dan dipenuhi suasana syukur. Para jemaah bersama tokoh masyarakat memanjatkan doa agar ibadah yang telah dijalankan membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun daerah.

Bupati Bojonegoro H Setyo Wahono hadir bersama Wakil Bupati Hj Nurul Azizah, Ketua DPRD Bojonegoro H Sukur Priyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Dr H Mohammad Abdul Hafidz, Ketua MUI KH Alamul Huda, Ketua PD IPHI Dr Askan, para ulama, pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta para jemaah haji yang baru kembali dari Arab Saudi.

Ketua panitia, Ir H Tedjo Sukmono, menjelaskan bahwa jumlah jemaah haji Bojonegoro pada musim haji 2026 mencapai 1.741 orang. Dari jumlah tersebut, empat jemaah meninggal dunia, terdiri atas tiga orang yang wafat di Tanah Suci dan satu orang meninggal saat tiba di Asrama Haji.

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang meninggal telah memperoleh hak asuransi berupa santunan sebesar satu kali biaya perjalanan ibadah haji atau sekitar Rp60 juta. Sementara itu, sekitar 1.150 jemaah menghadiri acara tasyakuran, sedangkan sebagian lainnya tidak dapat hadir karena memiliki agenda di luar daerah.

Baca Juga:
Hadir di Bojonegoro, DPRD Jatim Freddy Poernomo Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman

"Masih dalam hitungan 40 hari pasca berhaji, doa para jemaah ini masih mustajab. Mari kita manfaatkan momen ini untuk mendoakan Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati agar senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam memimpin Bojonegoro menuju kemajuan bersama," ujar Tedjo yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) mengajak seluruh jemaah mempertahankan semangat ibadah yang telah terbentuk selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kemabruran haji harus tercermin melalui perilaku sehari-hari setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

"Jemaah haji yang mabrur ibadahnya tetap semangat seperti saat di Makkah, akhlaknya makin baik, dermawan, dan peduli lingkungan. Ke depannya, pembinaan pasca haji akan menjadi tanggung jawab IPHI di masing-masing kecamatan, sedangkan KBIHU akan membimbing calon jemaah yang akan berangkat tahun mendatang," tegas perwakilan IPHI.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, Dr H Mohammad Abdul Hafidz, mengungkapkan sejumlah perubahan dalam penyelenggaraan ibadah haji yang akan diterapkan pada musim haji berikutnya. Salah satunya adalah pengetatan persyaratan kesehatan atau istitha'ah melalui pelaksanaan manasik kesehatan sejak dini yang akan dikoordinasikan bersama Dinas Kesehatan.

Baca Juga:
PJI Bojonegoro Lanjutkan Program Bantuan Listrik, Siapkan Dua Penerima Manfaat Baru

Selain itu, ia menyampaikan bahwa embarkasi keberangkatan jemaah haji Bojonegoro direncanakan beralih dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Doho Kediri. Perubahan tersebut juga akan didukung fasilitas penginapan berbasis hotel bagi para calon jemaah.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro H Setyo Wahono mengapresiasi terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan tasyakuran tersebut. Ia menilai ibadah haji tidak berhenti ketika rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

"Nilai haji mabrur tidak hanya dinilai dari tuntasnya ibadah, tapi makin baiknya hubungan kita dengan Allah dan sesama. Semoga pengalaman spiritual yang Bapak Ibu peroleh bisa menjadi energi untuk mempererat persaudaraan dan ikut membangun Bojonegoro yang makmur dan religius," harap Bupati.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk seluruh jemaah haji. Melalui momentum tersebut, seluruh peserta berharap para jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan mampu menjadi teladan dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. (*)