KETIK, JAKARTA – Pedro Acosta akhirnya mendapatkan kemenangan MotoGP yang selama ini ditunggu-tunggu. Setelah membuang peluang menang di sesi sprint race Austria sehari sebelumnya, rider Red Bull KTM itu bangkit pada balapan utama dan menaklukkan Jorge Martin dalam pertarungan 28 lap di Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).
Kemenangan ini menjadi kemenangan perdana Acosta di kelas MotoGP setelah sebelumnya mengoleksi 15 podium tanpa satu pun kemenangan.
Lebih spesial lagi, kemenangan tersebut datang di kandang KTM sekaligus menjadi hadiah perpisahan sebelum Acosta meninggalkan KTM dan bergabung dengan Ducati pada 2027.
Aprilia Kuasai Start
Jorge Martin mengawali balapan dari pole position, tetapi awal yang bagus juga didapat dua pembalap Aprilia lainnya.
Baca Juga:
Pedro Acosta Tebus Kesalahan dalam 24 Jam, Raih Kemenangan MotoGP Perdana bersama KTMMartin memimpin di Tikungan 1, sementara Marco Bezzecchi dan Ai Ogura mengikuti di belakangnya. Marc Marquez justru kehilangan beberapa posisi dan menutup lap pertama di belakang Acosta.
Memasuki lap kedua, Bezzecchi sempat melakukan serangan kepada Martin di Tikungan 1 dan mengambil alih posisi terdepan. Namun Martin langsung membalas di Tikungan 3.
Acosta juga mulai bergerak. Setelah melewati Ogura di Tikungan 6, rider KTM tersebut langsung memburu Bezzecchi.
Acosta Mulai Menggila
Baca Juga:
Akui Keunggulan Acosta, Jorge Martin Tetap Rebut Puncak Klasemen Pulang dari GP AustriaPertarungan Acosta dengan Bezzecchi tidak berlangsung lama.
Pada lap keempat, tepat di Tikungan lokasi tempat Acosta terjatuh saat memimpin Sprint sehari sebelumnya ia melakukan manuver untuk merebut posisi kedua.
Kali ini Acosta tidak melakukan kesalahan.
Martin masih memimpin, tetapi Acosta mulai memangkas jarak. Pada akhir lap ketujuh, keduanya sudah unggul sekitar 1,5 detik atas Bezzecchi. Ogura berada di posisi keempat, sementara Marc Marquez mulai memberikan tekanan dari belakang.
Lalu tibalah momen penting pada lap kesembilan. Acosta mendapatkan akselerasi lebih baik saat keluar dari Tikungan 1. Ia kemudian menyalip Martin dalam perjalanan menuju Tikungan 2a dan mengambil alih pimpinan balapan.
Dari titik tersebut, Acosta mulai membuka jarak. Marc Marquez Malah Terlempar ke P7
Sementara pertarungan kemenangan mulai mengerucut menjadi Acosta versus Aprilia, Marc Marquez justru mengalami balapan yang jauh lebih sulit.
Setelah berhasil melewati Ogura, Marc melebar di Tikungan 1 dan kehilangan posisi. Brad Binder memanfaatkannya untuk mengambil alih posisi kelima.
Belum selesai, kesalahan berikutnya di Tikungan 1 membuat Marc kembali kehilangan posisi dari Fermin Aldeguer. Dalam waktu singkat, pembalap Ducati Lenovo itu terlempar hingga P7.
Marc kemudian perlahan memperbaiki posisinya. Pada lap ke-20, ia kembali melewati Aldeguer untuk naik ke P5. Namun jaraknya dengan Ogura sudah mencapai sekitar 3,8 detik, membuat perjuangan untuk kembali ke podium praktis berakhir.
Aprilia Mulai Mengejar Acosta
Memasuki paruh kedua balapan, Martin belum menyerah.
Pada lap ke-16 dari 28, Acosta hanya unggul 0,7 detik atas Martin. Bezzecchi juga masih berada sekitar satu detik di belakang rekan setimnya.
Bahkan Ai Ogura ikut masuk dalam pertarungan tersebut.
Situasi mulai berubah pada lap ke-21. Pace Acosta sedikit turun ke kisaran 1 menit 31 detik dan keunggulannya kembali terpangkas.
Namun Acosta segera merespons.
Ia mencatat waktu 1:30.693 pada lap berikutnya, lebih cepat dibanding Martin dan Bezzecchi. Setelah itu, Acosta kembali menemukan ritmenya dan mulai memperlebar jarak.
Dua lap terakhir menjadi penentu.
Acosta sudah unggul sekitar 1,4 detik atas Martin. Di belakangnya, justru terjadi pertarungan sengit untuk posisi kedua.
Bezzecchi terus mendekati Martin dan hanya berjarak sekitar 0,2 detik ketika memasuki lap terakhir.
Kali Ini Acosta Tidak Gagal
Berbeda dengan Sprint sehari sebelumnya, Acosta tidak memberi kesempatan bagi kesalahan untuk kembali menghantuinya.
Ia memasuki lap terakhir dengan keunggulan sekitar 1,2 detik dan berhasil menjaga jarak hingga melewati garis finis.
Pedro Acosta resmi menjadi pemenang MotoGP.
Martin finis kedua dengan selisih 1,017 detik, sedangkan Bezzecchi mengamankan podium ketiga hanya 0,192 detik di belakang rekan setimnya. Ai Ogura melengkapi posisi keempat, sementara Marc Marquez harus puas di P5.
Hasil tersebut sekaligus membuat Acosta menebus kesalahan besar di Sprint dengan cara yang sempurna.
Usai balapan, ia bahkan membawa KTM-nya kembali ke area chicane tempat dirinya jatuh sehari sebelumnya dan merayakan kemenangan tersebut.
“Kemenangan pertama selalu spesial. Ini cara yang indah untuk menutup musim bersama KTM di depan para penggemar Austria. Saya sangat bahagia untuk mereka karena mereka lebih pantas mendapatkannya daripada saya,” ujar Acosta seperti dilansir Reuters.
Bagi KTM, kemenangan ini juga punya arti penting. Acosta memberikan kemenangan MotoGP pertama bagi pabrikan Austria tersebut dalam hampir empat tahun.
Martin Tetap Perlebar Keunggulan
Meski gagal menang, Martin pulang dari Austria dengan keuntungan besar dalam perebutan gelar juara dunia.
Finis kedua membuat Martin menambah 20 poin, sementara Marc Marquez hanya mendapat 11 poin dari posisi kelima.
Dengan hasil tersebut, Martin kini memimpin klasemen dengan 306 poin, unggul 12 poin atas Marc Marquez. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 264 poin.
Marco Bezzecchi juga menikmati akhir pekan yang solid. Setelah finis ketiga di Sprint, ia kembali naik podium pada balapan utama. Bersama Martin, Bezzecchi membuat Aprilia mengamankan double podium di Austria.
Dan untuk Acosta, cerita Austria akhirnya memiliki akhir yang berbeda.
Sehari setelah menjatuhkan kemenangan dari tangannya sendiri, ia kembali berada di posisi yang sama memimpin balapan dengan tekanan besar dari belakang.
Kali ini, tidak ada kesalahan. Dua setengah tahun setelah debutnya di MotoGP, Pedro Acosta akhirnya berdiri di podium paling atas. (*)