KETIK, SIDOARJO – KONI Kabupaten Sidoarjo membutuhkan nakhoda baru. Calon ketua umum baru diharapkan mampu membawa perkembangan kuat dan positif bagi pembibitan atlet, kekuatan cabang olahraga, dan prestasi yang membanggakan Kota Delta. Figur muda M. Rafi Wibisono bertekad mengabdikan diri dan merangkul semua pihak untuk membenahi dan memajukan dunia olahraga Sidoarjo.

Tekad Rafi Wibisono tersebut disampaikan saat menyampaikan program-programnya kepada pimpinan dan pengurus cabang olahraga di Ruang .Media GOR Delta Sidoarjo pada Jumat malam (21 Agustus 2026). Figur muda yang hobi sepak bola dan otomotif itu menawarkan konsep untuk memajukan olahraga Sidoarjo secara komprehensif. 

Rafi Wibisono menyatakan dirinya siap maju dalam pencalonan ketua umum KONI Sidoarjo periode 2026--2029. Kesiapan itu telah disampaikan kepada pengurus cabor, para senior di KONI Sidoario, kolega-kolega, maupun para stakeholder. Mereka menyatakan siap mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Sidoarjo.

Bina Prestasi Olahraga, Jamin Pendidikan dengan Beasiswa 

Bagaimana visi dan misi Rafi Wibisono? Putra sulung Bupati Sidoarjo Subandi itu mengusung visi besar, yaitu membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya mampu melahirkan juara, tetapi juga menjamin kehidupan atlet setelah berjasa mempersembahkan prestasi bagi Sidoarjo. 

Baca Juga:
KONI Sidoarjo Siap Musorkablub, Buka Lebar Pintu Calon Ketua Umum

Menurut legislator muda di DPRD Sidoarjo tersebut, keberhasilan pembangunan olahraga tidak semestinya hanya diukur dari prestasi perolehan medali atlet. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana kehidupan para atlet setelah mereka selesai dengan karir olahraganya. 

“Yang perlu kita pikirkan ke depan tentu kesejahteraan para atlet setelah dedikasi yang mereka berikan. Salah satunya,  penyediaan beasiswa. Atlet jangan hanya memikirkan olahraga, tetapi juga perlu mendapat bekal pendidikan,” ungkap Rafi Wibisono. 

Dengan bekal pendidikan itu, atlet-atlet bisa menjadi juara di arena sekaligus punya masa depan yang cerah. Karir olahraga memiliki batas. Usia, cedera, kondisi fisik, regenerasi, hingga ketatnya persaingan akan mewarnai perjalanan atlet sampai selesai masa berkompetisi. 

“Kita memikirkan pembinaan olahraga dan atletnya sekaligus pendidikan mereka. Jangan sampai setelah tidak lagi menjadi atlet justru menjadi pengangguran,” tegasnya.

Baca Juga:
Bupati Subandi Ajak Dunia Usaha Terus Berkolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo

Rafi Wibisono memandang bahwa kesejahteraan atlet bukan sekadar bonus saat meraih prestasi. Kesejahteraan mereka harus dirancang sejak awal melalui pendidikan, pengembangan kapasitas, serta peluang karier yang mampu menopang masa depan.

"Atlet juga manusia yang memiliki kehidupan sebelum, selama, dan setelah berkarier di olahraga," tambah Rafi Wibisono. 

Bangun Kolaborasi dengan Pemerintah sampai Dunia Usaha

Pembangunan olahraga tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan pelaku olahraga saja. Memajukan olahraga memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai stakeholders. Para atlet memang berada di garis depan kompetisi. Namun, di belakang mereka, ada banyak pihak yang ikut berperan. Ada pelatih, klub, tenaga pendukung, sarana-prasarana, organisasi olahraga, keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah,  dan lain-lain.

"Untuk sarana dan prasarana, misalnya, bisa kita kerjasamakan dengan dunia usaha. Baik CSR maupun non-CSR. Bagaimana agar atlet bisa berlatih dengan layak," terang Rafi Wibisono yang juga seorang pengusaha properti ini.

Pengembangan olahraga modern juga tidak bisa lepas dari ilmu pengetahuan, khususnya sport science, kualitas nutrisi, psikologi olahraga, teknologi, kepelatihan, pemulihan fisik, manajemen pertandingan, serta tata kelola organisasi yang profesional. Rafi Wibisono siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengembangkannya.

"Sehebat apa pun kemampuan ketua umum, jika tidak ada dukungan dari orang lain, tidak ada apa-apanya. Ibarat sehebat-hebatnya Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, kalau bermain sendirian melawan sebelas pemain, pasti kewalahan,” ujar Rafi Wibisono.

Visi, misi, dan program itu telah disampaikan kepada para pengurus cabang olahraga pada Jumat malam (21 Agustus 2026). Jika mendapat amanah memimpin KONI Sidoarjo periode 2026-2029, Rafi Wibisono ingin mendorong kebijakan yang mampu menghubungkan prestasi dengan pendidikan, kesejahteraan dengan pembinaan, serta kejayaan olahraga dengan masa depan atlet. (*)