KETIK, JOMBANG – Puluhan ribu santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang serta jemaah Nahdliyin hanyut dalam Istighosah dan Shalawat yang diadakan untuk kelancaran Muktamar Ke-35 NU di halaman Gedung Serba Guna Pesantren Tambakberas, Kamis malam 20 Agustus 2026.
Hadir dalam acara ini Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar didampingi Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief, Ketua Steering Committee (SC) Prof Mohammad Nuh, serta keluarga Pesantren Tambakberas termasuk perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab dan KH Abdurozaq Sholeh Ketua Panitia Lokal Muktamar.
Dalam sambutannya Gus Ipul menyebut penunjukan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar pertama di abad kedua NU ini melalui proses panjang. “Banyak perdebatan. Banyak yang mau jadi tuan rumah. Tapi pada akhirnya kita semua seperti dituntun untuk ke Tambakberas, kembali kepada pangkuang muassis,” ucap Gus Ipul.
Seperti diketahui, Muktamar Ke-35 NU bakal dilaksanakan di Tambakberas Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Acara ini merupakan forum permusayawaratan tertinggi NU sekaligus menjadi momen pergantian estafet kepemimpinan lima tahunan di tubuh pengurus besar ormas keagamaan islam terbesar di dunia tersebut.
Baca Juga:
H-7 Muktamar, Rais Aam dan Jajaran Pimpinan PBNU Cek Kesiapan Lokasi Tambakberas JombangLokasi Acara Hampir Siap
Gus Ipul juga terus memberikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar Pesantren Tambakberas yang secara penuh mencurahkan waktu dan tenaga demi kesuksesan Muktamar. “Awalnya banyak yang meragukan. Apa bisa Tambakberas menyiapkan semuanya hanya dalam waktu 50 hari setelah penunjukan, nyatanya hari ini terbukti bisa. Semua sudah siap,” jelas Gus Ipul.
Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tokoh lintas agama, serta seluruh pihak yang ikut mendukung persiapan muktamar.
Menurutnya, kerja bersama tersebut menjadi penting mengingat panitia hanya memiliki waktu sekitar 50 hari untuk mempersiapkan penyelenggaraan muktamar sejak lokasi ditetapkan.
Baca Juga:
NU dan Amanah 81 Tahun Kemerdekaan IndonesiaSementara itu, Ketua SC Muktamar Ke-35 NU Prof Mohammad Nuh mengatakan persiapan substansi muktamar juga hampir rampung. Seluruh materi persidangan telah masuk proses percetakan dan juga disiapkan dalam format digital.
“Persidangan-persistidangan juga sudah disiapkan. Daftar peserta tetap sekarang sudah sekitar 95 persen,” kata Prof Nuh.
Ia berharap Muktamar Ke-35 NU dapat berjalan sesuai semangat yang sejak awal dibangun, yakni senang, gembira, dan bermartabat.
Menurut Prof Nuh, Muktamar Ke-35 memiliki arti khusus karena menjadi muktamar pertama NU pada abad keduanya dan diselenggarakan di salah satu pesantren yang memiliki akar sejarah kuat dengan para muassis atau pendiri NU.
“Ini muktamar pertama di abad kedua NU. Tempatnya juga khusus. Karena itu, mari bersama-sama kembali kepada ruh dan jiwa NU: guyub, senang, rukun, dan semuanya berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.
Prof Nuh memperkirakan warga NU dari berbagai daerah yang akan hadir di sekitar lokasi muktamar dapat mencapai lebih dari 10 ribu orang. Dukungan masyarakat juga terus berdatangan, mulai dari sumbangan beras, sapi, hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Salah satu perwakilan tuan rumah, KH Hasib Wahab, mengatakan dengan waktu kurang dari satu pekan, pekerjaan panitia kini memasuki tahap penyelesaian akhir di sejumlah titik. (*)