KETIK, BATU – Pekerjaan Preservasi Simpang Empat Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin (Patih) Kota Batu kini telah mencapai progres fisik sekitar 40 persen dari keseluruhan pekerjaan yang direncanakan.

Pekerjaan tersebut terus berjalan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pelebaran area pendekat simpang hingga penataan drainase dan perkerasan beton.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sebagian pekerjaan fisik telah terlaksana, sedangkan tahapan lainnya masih berproses sesuai urutan pekerjaan, kondisi lapangan, dan jadwal pelaksanaan.

“Pekerjaan Preservasi Simpang Empat Patih saat ini progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 40% dari keseluruhan pekerjaan yang direncanakan,” ungkap Esty, Jumat, 11 September 2026.

Simpang Empat Patih menjadi salah satu titik penting dalam pergerakan masyarakat maupun kendaraan di wilayah Kota Batu.

Baca Juga:
Ribuan Anggrek Hiasi Balai Kota, Batu Shining Orchid Week 2026 Gairahkan Ekonomi Petani

Sejumlah pekerjaan fisik yang telah berjalan meliputi pelebaran area pendekat simpang, penataan sistem drainase dengan pemasangan DUB, serta pengerjaan perkerasan beton pada bagian yang telah ditetapkan dalam rencana pekerjaan.

Esty menjelaskan, capaian 40 persen tidak berarti seluruh pekerjaan telah selesai. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilaksanakan hingga keseluruhan pekerjaan rampung.

“Masih ada tahapan yang harus diselesaikan. Progres akan terus dipantau agar pekerjaan berjalan sesuai rencana, mutu tetap terjaga, dan kendala di lapangan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, tim teknis juga melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap berbagai aspek pekerjaan. Pemeriksaan tersebut mencakup posisi dan elevasi, kualitas material, hasil pemasangan, dimensi pekerjaan, keselamatan kerja, hingga kesesuaian dengan gambar rencana.

Baca Juga:
Duet Pemimpin Kota Batu, Cak Nur dan Mas Heli Sabet Penghargaan Inspiratif dari Ketik.com

Menurut Esty, proses pengerjaan di kawasan simpang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat. Kondisi tersebut dapat terjadi karena aktivitas alat berat, penyempitan ruang lalu lintas, maupun adanya pengaturan akses selama pekerjaan berlangsung.

“Kami memahami pekerjaan di kawasan simpang dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara akibat aktivitas alat berat, penyempitan ruang lalu lintas, maupun pengaturan akses. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung,” ujarnya.

Preservasi Simpang Empat Patih tidak hanya diarahkan pada penataan kawasan simpang. Pekerjaan tersebut juga mencakup upaya meningkatkan ruang gerak kendaraan, memperkuat struktur jalan, menunjang fungsi drainase, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Esty menegaskan, perkembangan pekerjaan akan terus diperhatikan agar setiap tahapan dapat terlaksana sesuai rencana dengan tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Sedikit demi sedikit, progres terus berjalan untuk menghadirkan Simpang Empat Patih yang lebih aman, tertata, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Kota Batu,” pungkasnya.(*)