KETIK, BATU – Pameran Anggrek Nasional Batu Shining Orchid Week (BSOW) 2026 kembali digelar di area parkir Balai Kota Among Tani, Kota Batu pada 4-13 September 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-9, event tahunan berskala nasional ini menghadirkan ribuan anggrek dari ratusan peserta berbagai daerah Indonesia.
Mengangkat tema “Beauty in Diversity”, BSOW 2026 menampilkan kekayaan anggrek melalui beragam jenis, warna, bentuk, dan habitat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Kota Batu.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi keberlanjutan BSOW yang dinilainya memiliki peran dalam mempromosikan keindahan anggrek sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian petani dan pelaku UMKM lokal, terutama yang bergerak di bidang budidaya anggrek.
“Anggrek adalah simbol keanggunan sejati, yang mampu membuat para penikmat anggrek terpukau akan ribuan warna, bentuk dan aroma dari keanekaragaman anggrek nusantara. Semoga Kota Batu dapat terus berkomitmen untuk menyelenggarakan dan meningkatkan kualitas acara tahunan yang sangat hebat ini. Nuansa indah Kota Batu harus kita sampaikan kepada Indonesia dan juga dunia,” ujar Cak Nur, sapaanya.
Wali Kota Batu Nurochman saat membuka gelaran Batu Shining Orchid Week (BSOW) 2026. (Foto: Diskominfo Kota Batu)
Ia berharap penyelenggaraan BSOW dari tahun ke tahun dapat terus ditingkatkan, sehingga potensi Kota Batu melalui gelaran tersebut semakin dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Pembukaan BSOW 2026 turut dihadiri Emrys Chew, Vice President 3 Orchid Society of South East Asia (OSSEA), pengurus pusat dan daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), jajaran Forkopimda Kota Batu, serta para kepala SKPD di lingkungan Pemkot Batu.
Emrys memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung dalam BSOW tahun ini. Ia menilai konsep tersebut mampu menggambarkan karakter anggrek yang memiliki daya tarik melalui kekayaan warna, bentuk, serta habitatnya.
“Keberagaman anggrek sebagai flora yang memiliki warna, bentuk, dan habitat yang menarik, membuat anggrek sebagai flora yang memiliki pesona tersendiri,” ujar Emrys Chew.
Hasil karya DPC PAI Pasuruan, pemenang kontes anggrek nasional Batu Shining Orchid Week (BSOW) 2026. (Foto: Diskominfo Kota Batu)
Selain pameran, BSOW 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda hingga 13 September 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kontes anggrek nasional, workshop perawatan anggrek, serta bursa tanaman anggrek.
Gelaran ini sekaligus menjadi wadah pertemuan bagi komunitas, kolektor, petani, pelaku usaha, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap tanaman anggrek.
Pada pembukaan BSOW 2026, hadiah juga diserahkan kepada para pemenang Kontes Anggrek Nasional yang sebelumnya telah menjalani proses penjurian pada Sabtu, 5 September 2026. Sejumlah kategori yang diperlombakan yakni Best of Species, Best of Hybrid, Best of Show, Best of Display, dan Orchid Landscape.
Antusiasme masyarakat turut terlihat dari aktivitas jual beli tanaman anggrek selama pameran berlangsung. Ahmad Subekti, penjual asal Tawangmangu, Jawa Tengah, mengaku telah beberapa kali mengikuti BSOW sejak penyelenggaraan setelah pandemi Covid-19.
Ia menyebut tingkat kunjungan pada BSOW 2026 juga masih menunjukkan antusiasme yang tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk antusiasme tahun ini ya Alhamdulillah begitu ramai juga, dari tahun-tahun kemarin juga Alhamdulillah sama, untuk antusiasme tetap ramai,” jelasnya.
Pada BSOW 2026, Ahmad membawa dua jenis anggrek untuk dijual, yakni Phalaenopsis atau anggrek bulan dan Dendrobium. Keduanya ditawarkan dengan rentang harga yang berbeda sesuai jenisnya.
“Ya kalau untuk yang saat ini kita yang dibawa cuma di Phalaenopsis anggrek bulan atau Dendrobium aja. Kita bawa dua macam itu aja,” ungkap Ahmad.
Untuk harganya, anggrek Dendrobium yang dibawanya dipasarkan mulai Rp50.000. Sementara anggrek bulan ditawarkan dengan harga Rp135.000 hingga Rp150.000.
Penyelenggaraan BSOW 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi agrowisata sekaligus pusat pengembangan hortikultura dan industri kreatif yang berbasis pada keanekaragaman hayati. (*)
