KETIK, BOJONEGORO – Persibo Bojonegoro melaunching tim dan jersey untuk menatap kompetisi Liga 3 Nusantara 2026/2027. Momen penuh semangat ini digelar di GoFun Entertainment Complex dan dihadiri Wakil Bupati Nurul Azizah, Rabu, 4 November 2026.

Dalam kesempatan tersebut  Presiden Klub Persibo Bojonegoro Wihadi Wijanto  menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari suporter setia, pedagang stadion yang turut ambil bagian dalam catwalk jersey baru, hingga jajaran tamu undangan yang hadir .

Ia menegaskan bahwa Persibo adalah milik bersama seluruh warga Bojonegoro yang harus didukung dengan semangat kebersamaan untuk meraih prestasi tertinggi.

"Kita bangga dengan Persibo. Stadion adalah sarana kita bersama, dan kita harapkan apa yang kita cita-citakan bersama untuk mendapatkan stadion yang lebih baik dan representatif dapat kita capai," jelasnya.

Namun, satu hal yang utama adalah semangat kita agar Persibo bisa lolos ke Liga 2 dan kembali merasakan kejayaannya seperti dulu," tegas Wihadi.

Baca Juga:
Manfaatkan Jeda Super League, Persebaya Gelar Laga Internasional Lawan Western Australia

Ia juga mengajak suporter dan masyarakat untuk mendukung Persibo Bojonegoro pada pada 13 November 2026 sebagai pertandingan perdana. 

Acara peresmian juga dihadiri oleh Presiden Klub Persibo Bojonegoro, perwakilan PSSI, jajaran Kepala OPD, camat, kepala desa, lurah, serta ribuan suporter dan masyarakat Bojonegoro.

Sementara itu Wakil Bupati Nurul Azizah dalam  sambutanya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tokoh asal Bojonegoro yang siap mendedikasikan diri untuk membesarkan Persibo.

Ia menyebutkan bahwa sinergi antara pemkab dan manajemen klub sangat penting, terutama dalam menjawab aspirasi suporter.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Ajak Awak Media dan Masyarakat Main Bola Bareng, Dorong Gaya Hidup Sehat

“Pemkab Bojonegoro tentu bersyukur ketika Persibo ada yang membesarkan, dan kita bersinergi mendukung apa yang diinginkan oleh para suporter,” ucap Wabup Nurul.

Ia juga menjelaskan kondisi fiskal daerah saat ini, di mana APBD Bojonegoro mengalami penyesuaian penurunan, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dukungan dari tingkat pusat melalui DPR RI menjadi langkah strategis untuk mewujudkan fasilitas olahraga. (*)